Identifikasi Distribusi Lahan Kritis pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Peusangan

Farah Nabila, Purwana Satriyo, Ichwana Ramli

Abstract


Abstrak, Pertambahan jumlah penduduk, kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup berdampak pada meningkatnya berbagai macam fasilitas yang membutuhkan lahan. Penggunaan lahan dan kondisi biofisik DAS merupakan faktor yang dapat mempengaruhi fungsi DAS. Diantara faktor-faktor tersebut terdapat interaksi yang apabila terjadi perubahan pada salah satu komponen  maka dapat merubah komponen lainnya. Pemanfaatan sumberdaya lahan dan sumberdaya air harus memperhatikan konservasi tanah dan air agar tidak menimbulkan masalah-masalah seperti degradasi lahan. Degradasi lahan yaitu menurunnya produktivitas lahan yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang apabila terus dibiarkan akan mengakibatkan lahan kritis. Distribusi lahan kritis di DAS Krueng Peusangan didapatkan dengan overlay peta erosi, peta tutupan lahan, peta kemiringan lereng dan peta fungsi kawasan. Hasil penelitian didapatkan bahwa distribusi tingkat lahan kritis di DAS Krueng Peusangan yaitu keadaan lahan tidak kritis seluas 38.721,05 Ha atau sebesar 15%, lahan potensial kritis 24.967,06 Ha atau sebesar 10%, lahan agak kritis yaitu seluas 134.614,51 Ha atau sebesar 53%, lahan kritis seluas 23.379,32 Ha atau sebesar 9% dan lahan sangat kritis seluas 33.766,19 Ha atau sebesar 13%. Distribusi lahan kritis di DAS Krueng Peusangan didominasi oleh keadaan lahan agak kritis yang tersebar di luar kawasan hutan dan di dalam kawasan hutan.

 

Identification of the Distribution of Critical Land in the Krueng Peusangan Watershed


Abstract, Population growth, community welfare and improving the quality of life have an impact on increasing various kinds of facilities that require land. Land use and watershed biophysical conditions are factors that can affect the function of the watershed. Among these factors there is an interaction that if there is a change in one component it can change the other component. Utilization of land and water resources must pay attention to soil and water conservation so as not to cause problems such as land degradation. Land degradation is a decrease in land productivity caused by human activities which if left unchecked will result in critical land. The distribution of critical land in the Krueng Peusangan watershed was obtained by overlaying erosion maps, land cover maps, slope maps and area function maps. The results showed that the distribution of critical land levels in the Krueng Peusangan watershed is the condition of non-critical land covering an area of 38,721.05 Ha or 15%, critical potential land 24,967.06 Ha or 10%, somewhat critical land covering an area of 134,614.51 Ha or equal to 53%, critical land area of 23,379.32 ha or 9% and very critical land area of 33,766.19 ha or 13%. The distribution of critical land in the Krueng Peusangan watershed is dominated by moderately critical land that is spread outside the forest area and inside the forest area.



Keywords


Degradasi; Lahan Kritis; SIG; Overlay; Degradation; Critical Land; GIS; Overlay

Full Text:

PDF

References


Ananda, K. R. dan Iqbal, D. 2021. Analisis Pengelolaan DAS Peusangan Berkelanjutan Provinsi Aceh. Agrienvi, 15(2), 66-76.

Fachruddin, S Sirait, Alimuddin., dan Ichwana, R. 2021. Kajian Tingkat Bahaya Erosi dan Kekritisan pada DAS Krueng Raya, Provinsi Aceh Menggunakan Sistem Inforemasi Geografis, Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem

Huzaini, A. dan Rahayu, S. 2013. Tingkat Kekritisan Lahan di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Teknik PWK, 2(2), 270-280.

Ichwana, R, Z Nasution, dan Sumono, 2013, Determinating Groundwater Recharge from Stream Flow with Seasonal Recession Method. jurnal Aceh International Journal of Science and Technology. 2(1), https://doi.org/10.13170/aijst.2.1.487

Kadir, S. 2014. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Untuk Pengendalian Banjir di Catchment Area Jaing Sub DAS Negara Provinsi Kalimantan Selatan. Universitas Brawijaya. Malang.

Kadir, S. dan Badaruddin. 2015. Pengayaan Vegetasi Penutupan Lahan Untuk Pengendalian Tingkat Kekritisan DAS Satui Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis, 3(2), 145-152.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung. Peraturan Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Nomor: P. 3/PDASHL/SET/KUM.1/7/2018. Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis.

Kurnia, U., Sutrisno, N., dan Sungkana, I. 2012. Perkembangan Lahan Kritis. Jakarta. Lembaga Penelitian Indonesia.

Menteri Kehutanan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : P. 32/Menhut-Ii/2009. Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Daerah Aliran Sungai (Rtkrhl-Das).

Nasrullah, N. dan Kartiwa, B. 2010. Analisis Alih Fungsi Lahan Dan Keterserapan Karakteristik Hidrologi DAS Krueng Aceh. Jurnal Tanah dan Iklim, 31(7), 81-98.

Nasution, Z., Delvian, dan Ichwana. 2013. Land Use Change and Simulation of Hydrology Response using Integrated NRCS Model and base flow for Ecohydrological Concept at Krueng Peusangan Watershed, Aceh, Indonesia. Journal of Environmental Science and water. 2(7), 210-220.

Pratiwi, H dan Yusidana. 2022. Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Debit Puncak di DAS Peusangan Bireuen. Jurnal Viabel Pertanian, 16(1), 82-88.

Putra, I., Sugianto, Basri, H., 2017. Analisis Perubahan Tutupan dan Lahan Kritis Pada Daerah Tangkapan Air Danau Laut Tawar Kabupaten Aceh Tengah. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana (SNP). Banda Aceh, Indonesia: Universitas Syiah Kuala. 105-119.

Ramayanti, L. A., Yuwono, B. D., dan Awaluddin, M. 2015. Pemetaan Tingkat Lahan Kritis dengan Menggunakan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (Studi Kasus: Kabupaten Blora). Jurnal Geodesi Undip, 4(2), 200-207.

Sinery, A. S., Tukayo, R., Warmetan, H., Bachri, S., dan Manuhua, D. 2019. Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan. Sleman. Deepublish.

Sitorus, S. R.P. 2016. Perencanaan Penggunaan Lahan. IPB Press. Bogor.

Suroso, 2016. Identifikasi Distribusi Lahan Kritis dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Sub DAS Krueng Keumireu. Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Susetyaningsih, A. 2012. Pengaturan Penggunaan Lahan di Daerah Hulu Das Cimanuk Sebagai Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Sumberdaya Air. Jurnal Konstruksi Sekolah Tinggi Teknologi Garut, 10(1), 1-8.

Syafjanuar, T E., Siregar, K., and Ramli, I. 2021. High Conservation Value Approach in Controlling Water Catchment Area as a Provider of Environmental Services. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 644, pp012038

Syahbana, M. I. 2013. Identifikasi Perubahan Tutupan Lahan dengan Metode Object Based Image Analysis. Bandunguh, 10(1), 29-24.

Wardana, W. 2013. Technical Document on Degraded/ Abandoned Land in Indonesia. UNDP-REDD.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.22218

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id