Penggunaan Bahan Bakar Ampas Sereh Wangi Sebagai Bahan Bakar Alternatif untuk Penyulingan Sereh Wangi

Chandra Priadi, Ashabul Anhar, Hairul Basri

Abstract


Sereh wangi (Cymbopogen nardus) adalah salah satu jenis penghasil minyak atisri yang bernilai sangat tinggi. Sereh wangi di Gayo Lues adalah salah satu komoditas yang paling banyak diminati oleh masyarakat sekitar. Penyulingan sereh wangi di Gayo Lues umumnya mengunakan sistem uap dan air dan bahan bakar yang digunakan adalah bahan bakar kayu pinus (Pinus merkusii). Hal ini yang menjadi ancaman terhadap vegetasi hutan pinus, sehingga perlu alternatif yang mengalihkan masyarakat dari kebutuhan kayu bakar menjadi bahan altenatif ampas sereh wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rendemen penyulingan sereh wangi dalam sekali suling dan menentukan bahan bakar yang paling efesien. Penyulingan sereh wangi pada penelitian yang dilakukan di Desa Tran Aih Selah di ketel suling berkapasitas 800-900 kg bahan daun sereh wangi dan tungku di desain untuk penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi. Rata-rata hasil penyulingan minyak sereh wangi dari setiap uji penyulingan dengan bahan bakar alternatif ampas sereh wangi (Cymbopogen nardus) adalah 6,4 kg dengan rendemen 0,70 % dan uji penyulingan bahan bakar kayu pinus (Pinus merkusii) rata-rata minyak sereh wangi yang dihasilkan sebanyak 5,2 kg dengan rendemen 0,58%. Rendemen yang dihasilkan paling banyak dan penyulingan sereh wangi lebih menguntungkan dalam menggunakan bahan bakar adalah menggunakan  ampas sereh wangi dibandingkan dengan bahan bakar kayu. Penyulingan dengan bahan bakar ampas sereh wangi lebih efesien dibandingkan dengan bahan bakar kayu (pohon pinus). Penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi dapat mengurangi kebutuhan bahan bakar kayu yang menyebabkan pengurangan vegetasi hutan pinus. Penggunaan bahan bakar ampas sereh wangi lebih menguntungkan dari pada pengunaan kayu bakar dilihat dari segi biaya, kayu bakar memerlukan biaya Rp 500.000 untuk mendapatkan sekitar 26 kg minyak sereh wangi, sebaliknya menggunakan ampas sereh wangi tanpa biaya dan ramah lingkungan.

Keywords


Sereh wangi (Cymbopogen nardus), pinus (Pinus merksuii), penyulingan

Full Text:

PDF

References


Anny, S. Syahbana, M, R. Abimanyu, H. Tursiloadi, S. 2019. Minyak Sereh Wangi dan Produk Turunananya. Pusat Penelitian Kimia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta.

Bagem dan Sembiring., 2015. Pengaruh Pelayuan dan Penyulingan Terhadap Rendemen Mutu Minyak Sereh Wangi, Prosiding Seminar Nasional Swasembada Pangan Politeknik Negeri Lampung. Hlm 447-452

Guether, S. 1997. Minyak Atsiri Jilid 1 Terjemahan Ketaren. Penerbit Universitas Indonesia.

Jamaludin. 2020. Hubungan Penggunaan Kayu Bakar untuk Penyulingan Sereh Wangi dengan berkurangnya Luasan Hutan Pinus. Skripsi. Universitas Syiah Syiala. Aceh.

Kelton. 1991. Simulation Modeling dan Analysis. McGraw—Hill, Inc, Network

Pitono. 2007. Analisis Karakteristik Pembakaran Campuran Biobriket Eceng Gondok dan Batu Bara dengan Variasi Komposisi. Skripsi. Teknik Mesin, Muhammadiyah, Surakarta.

Sukamanto, M., Dzajuli. Dan Suheryadi. 2011. Sereh Wangi Sebagai Penghasil Minyak Atsiri Tanaman Konservasi dan Pakan Ternak. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Perkebunan Bogor.

Tommy, B.S., Cok, I,P,S dan Ketut, G.S. 2018. Sifat Fisik dan Kekuatan Bioresin Getah Pinus dengan Variasi Temperatur Pemanasan. Program Studi Teknik Mesin Universitas Udayana. Kampus Bukit Jumbaran. Bali. Vol 7. No 1 (28-33)




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.22182

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id