Fermentasi Kopi Robusta Dengan Kosentrasi Pati Menggunakan Inokulum Feses Luwak

Faradilla Faradilla, Ratna Ratna, Darwin Darwin

Abstract


Abstrak. Kopi luwak adalah kopi yang dihasilkan dari proses fermentasi in vitro didalam tubuh luwak yang kemudian dikeluarkan berupa feses luwak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh (2021) tingkat jumlah produksi kopi 34.609 ton terdapat di kabupaten Aceh Tengah dan 29.101 ton lainnya terdapat di Bener Meriah. Kedua kabupaten ini memiliki perkebunan kopi terluas di Aceh, yakni seluas 99.050 Ha  yang lebih dari setengahnya merupakan areal perkebunan yang masih produktif. Kopi yang dihasilkan dari proses percernaan dalam tubuh luwak yang kemudian dikeluarkan berupai kotoran luwak disebut sebagai feses luwak. Kopi luwak mengalami proses fermentasi alami di dalam tubuh luwak. Upaya peningkatan dari mutu kopi robusta ini adalah dengan dilakukannya fermentasi menggunakan inokulum yang bagus dan pemberian nutrisi yang memadai. Permintaan kopi luwak yang melambung tinggi menyebabkan terbatasnya produksi dari kopi tersebut sehingga menyebabkan penurunan produksi kopi luwak. Inokulum feses luwak yang mempengaruhi sifat kimia biji kopi yaitu derajat keasaman (pH). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses inokulasi feses luwak dan fermentasi kopi robusta menggunakan inokulum feses luwak.

Fermentation Of Robusta Coffee With Starch Concentration Using Civet Feces Inoculum

Abstract. Luwak coffee is coffee produced from an in vitro fermentation process in the civet's body which is then excreted in the form of civet feces. Based on data from the Central Statistics Agency for Aceh Province (2021) the level of coffee production is 34,609 tons in Central Aceh district and another 29,101 tons in Bener Meriah. These two districts have the largest coffee plantations in Aceh, covering an area of 99,050 hectares of which more than half are productive plantation areas. Coffee that is produced from the digestive process in the civet's body which is then excreted in the form of civet droppings is called civet feces. Luwak coffee undergoes a natural fermentation process in the civet's body. Efforts to improve the quality of this robusta coffee are carried out by fermentation using a good inoculum and providing adequate nutrition. The soaring demand for civet coffee causes limited production of the coffee, causing a decrease in civet coffee production. The inoculum of mongoose feces that affects the chemical properties of coffee beans is the degree of acidity (pH). This study aims to study the process of inoculation of civet feces and robusta coffee fermentation using civet feces inoculum.



Keywords


Kopi luwak; fermentasi; feses; pH ; Luwak coffee, fermentation, feces, pH

References


Panggabean, I. E. 2011. Buku pintar kopi. AgroMedia

Krishnakumar, H., Balasubramanian, N. K., & Balakrishnan, M. 2002. Sequential pattern of behavior in the common palm civet, Paradoxurus hermaphroditus (Pallas). International journal of comparative psychology, 15(4).

Usman, D., Suprihadi, A., dan Kusdiyantini, E., 2015. Fermentasi kopi robusta (Coffea canephora) menggunakan isolat bakteri asam laktat dari feces luwak dengan perlakuan lama waktu inkubasi. Jurnal Akademika Biologi, 4(3), 31-40.

Khotijah, P. Q. Refermentasi Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta) Asalan Menggunakan Kefir Komersial Dan Laktosa Untuk Menghasilkan Kopi Spesialti.

Andriani, S., Susanto, T. A., & Sununianti, V. V. 2019. Strategi Penguatan Modal Sosial Petani Dalam Pengembangan Produk Kopi (Studi Pada Petani Kopi Di Kecamatan Semende Darat Ulu) Doctoral dissertation, Sriwijaya University.

Kusmiyati, K., & Heratri, A. 2020. Pengaruh Waktu Fermentasi terhadap Komponen Flavor Kopi Bioluwak Robusta menggunakan Bakteri dari Usus Luwak. CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 35-42.

Fauzi, M., & Hidayati, N. W. 2016. Perubahan karakteristik kimia kopi luwak robusta in vitro dengan variasi lama fermentasi dan dosis ragi. Prosiding.

Suhandono, S., Setiadi, H., Kristianti, T., Kusuma, A. B., Wedaringtyas, A. W., Djajadi, D. T., & Aryantha, I. N. P. 2016. Diversity of culturable bacterial in various parts of luwak’s (Paradoxurus hermaprodithus javanica) gastrointestinal tract. Microbiology Indonesia, 10(2), 4-4.

Afriliana, A., Harada, H., Khotijah, P. Q., & Giyarto, J. 2018. Fermented technology of robusta coffee beans (Canephora coffee) with kefir milk to produce specialty coffee. Adv Eng Res, 172, 302-309.

Septiani, A. H., Kusrahayu, K., dan Legowo, A. M. 2013. Pengaruh penambahan susu skim pada proses pembuatan frozen yogurt yang berbahan dasar whey terhadap total asam, pH dan jumlah bakteri asam laktat. Animal Agriculture Journal, 2(1), 225-231.

Anggraini, S. P. A., Yuniningsih, S., & Sota, M. M. 2017. Pengaruh pH terhadap Kualitas Produk Etanol dari Molasses melalui Proses Fermentasi. Reka Buana: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia, 2(2), 98-105.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.22139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id