Aplikasi Biochar Terhadap Perubahan Sifat Fisika Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)

Muriadin Muriadin, Manfarizah Manfarizah, Darusman Darusman

Abstract


Abstrak. Biochar merupakan arang hayati berpori hasil pembakaran secara pirolisis. Biochar mempunyai pori yang banyak dan mampu menyimpan nutrisis tanaman jangka waktu yang lama. Biochar kaya akan karbon, sehingga dapat digunakan sebagai pembenah tanah. Limbah pertanian memiliki potensi besar sebagai bahan baku biochar, namun yang lebih berpotensi untuk dijadikan biochar adalah limbah dari kelapa muda dan ampas tebu karena mudah tersedia dalam jumlah banyak. Biochar dapat memperbaiki sifat fisika tanah, seperti berat volume tanah, porositas tanah dan stabilitas agregat, karena biochar memiliki pori-pori yang banyak sehingga penyimpanan air tinggi yang dapat mempengaruhi perbaikan sifat fisika tanah dan pertumbuhan pakcoy. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial, terdiri dari 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya yaitu: Kontrol (B0), Biochar kelapa muda 20 t ha-1 (B1), Biochar kelapa muda 30 t ha-1 (B2), Biochar kelapa muda 40 t ha-1 (B3), Biochar ampas tebu 20 t ha-1 (B4), Biochar ampas tebu 30 t ha-1 (B5) dan Biochar ampas tebu 40 t ha-1 (B6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar kelapa muda dan ampas tebu tidak berpengaruh nyata pada sifat fisika tanah, namun berpengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan pakcoy. Hal ini disebabkan biochar mampu menyimpan air di dalam ruang pori sehingga tanaman tidak kekurangan air sehingga meningkatkan penyerapan hara pada tanaman dengan baik. Perlakuan biochar ampas tebu 30 t ha-1 memiliki pengaruh pertumbuhan pakcoy terbaik.

Application of Biochar to Changes of Soil Physical Properties and Pakcoy Growth (Brassica rapa L.)

Abstract. Biochar is a porous biological charcoal resulting from pyrolysis combustion. Biochar has many pores and is able to store plant nutrients for a long time. Biochar is rich in carbon, so it can be used as a soil enhancer. Agricultural waste has great potential as raw material for biochar, but what has more potential to be used as biochar is waste from young coconuts and bagasse because they are easily available in large quantities. Biochar can improve soil physical properties, such as soil volume weight, soil porosity and aggregate stability, because biochar has many pores so that water storage is high which can affect the improvement of soil physical properties and pakcoy growth. This study used a non-factorial completely randomized design, consisting of 7 treatments and 3 replications. The treatments were: control (B0), young coconut biochar 20 t ha-1 (B1), young coconut biochar 30 t ha-1 (B2), young coconut biochar 40 t ha-1 (B3), bagasse biochar 20 t ha-1 (B4), bagasse biochar 30 t ha-1 (B5) and bagasse biochar 40 t ha-1 (B6). The results showed that the application of young coconut biochar and bagasse did not significantly affect the physical properties of the soil, but had a significant effect on the growth parameters of pakcoy. This is because biochar is able to store water in the pore space so that plants do not lack water, thereby increasing nutrient absorption in plants properly. The biochar treatment of bagasse 30 t ha-1 had the best effect on pakcoy growth.


Keywords


Biochar; Fisika Tanah; Pertumbuhan Pakcoy

Full Text:

PDF

References


Afandi. 2005. Fisika Tanah. Penuntun Praktikum. Jurusan Ilmu Tanah, Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Akmal, S dan B.H. Simanjuntak. 2019. Pengaruh pemberian biochar terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa). AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian. 7 (2): 168-174.

Aprilia, P., A Darmawati dan S. Budiyanto. 2020. Pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy pada tanah berpasir dengan pemberian biochar dan pupuk kandang sapi. Jurnal Penelitian Agronomi. 22 (2): 72-78.

Aslam, Z., M. Khalid dan M. Aon. 2014. Impact of biochar on soil physical properties. Scholarly Journal of Agricultural Science. 4 (5): 280-284.

Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura. 2021. Luas Panen, Produksi Sayuran, Produktivitas dan Kebutuhan Sayuran di Indonesia, 2012-2016. Kementrian Pertanian, Jakarta.

Basri, A.B. dan A. Aziz. 2011. Arang hayati (biochar) sebagai bahan pembenah tanah. Serambi Pertanian. 5 (6): 1-2.

Demirbas, A. 2004. Effects of temperature and particle size on bio-char yield from pyrolysis of agricultural residues. Journal of Analytical and Applied Pyrolysis. 72 (2): 243-248.

Hamzah, F. 2007. Pengaruh bokashi kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung. Jurnal Agrotekbis. 3 (5): 592-601.

Hanafiah, K.A. 2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Press, Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Penerbit Pusaka Utama, Jakarta.

Igalavithana, E. 2017. Effect of corn residue biochar on the hydraulic properties of sandy loam soil. Sustainability. 9 (26): 1-10.

Kartika, A.A., S.H. Mariana, A. Widjaja dan Mulyanto. 2013. Penggunaan pretreatment basa pada proses degradasi enzimatik ampas tebu untuk produksi etanol. Jurnal Teknik Pomits. 2 (1): 1-6.

Kondo, Y. dan M. Arsyad. 2018. Analisis kandungan lignin, sellulosa dan hemi selulosa serat sabut kelapa akibat perlakuan alkali. Jurnal Penelitian. 5 (2): 94-97.

Lehmann, J. dan S. Joseph. 2009. Biochar for Environmental Management Science and Technology. Earthscan, London.

Maguire, R.O. dan F.A. Agblevor .2010. Biochar in Agricultur System. College of Agriculture and Life Science. Polytechnic Institute and State University, Virginia.

Ogawa, M. 2006. Carbon Sequestration by Carbonization of Biomassa and Forestation: three case studies. Mitigation and Adaption Strategies for Global Change. 11:133-146.

Panataria, L.R., P. Sihombing dan B. Sianturi. 2020. Pengaruh pemberian biochar dan poc terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pakcoy (Brassica rapa L.) pada tanah ultisol. Jurnal Ilmiah Rhizobia. 2 (1): 1-14.

Pradigta, M.A dan R. Firgiyanto. 2021. Respon pertumbuhan dan produksi sawi pakcoy (Brassica chinensis L.) terhadap pemberian jenis biochar dan jenis pupuk. National Conference Proceedings of Agriculture: Agropross. Politeknik Negeri Jember, Jember. Hal. 75-81.

Puspita, V. 2021. Karakteristik dan morfologi biochar akibat variasi temperatur pirolisis dan bahan baku (Feedstock). Skripsi. Jurusan Ilmu tanah, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Roidi, A.A. 2016. Pengaruh pemberian pupuk cair daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman sawi pakcoy. Skripsi. Fakultas Pertanian, Uniersitas Sanata Darma, Yogayakarta.

Shalsabila, F. 2014. Efek biochar kulit kakao terhadap kemantapan agregat dan produksi tanaman jagung (Zea Mays L.) pada typic kanhapludults. Skripsi. Universitas Brawijaya, Malang.

Taufik, I. dan R. Umi. 2017. Karakteristik biochar berdasarkan jenis biomassa dan parameter proses pyrolysis. Jurnal Teknik Kimia. 12 (1): 28-35.

Widowati. 2010. Produksi dan aplikasi biochar dalam mempengaruhi tanah dan tanaman. Jurnal Ilmu Hayati. 22 (9): 58-68.

Wito, J.A. 2005. Produksi furfural dan turunannya: alternatif peningkatan nilai tambah ampas tebu indonesia. https://chem-is-try.org/. Diakses tanggal: 20 Januari 2022.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.22110

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id