Analisis Karakteristik Biofisik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Di Kabupaten Aceh Singkil

Zulfa Fijannah, Syahrul Syahrul, Muhammad Yasar

Abstract


Abstrak. Keberadaan lahan pertanian memberikan manfaat yang sangat luas baik secara ekonomi, sosial dan lingkungan. Oleh karena itu hilangnya lahan pertanian akibat dari konversi lahan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Lahan pertanian sawah sendiri memiliki banyak fungsi, selain sebagai penghasil padi sawah juga berperan dalam pemeliharaan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam. Konversi lahan sawah ini dapat disebabkan oleh rendahnya nilai sewa sawah, lemahnya otoritas pengaturan dan penegakan hukum, serta lebih mementingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibandingkan dengan kelestarian sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan lahan sawah menurut kriteria biofisik sebagai dasar pengendalian konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik biofisik di Kabupaten Aceh Singkil terdiri dari 2 kategori lahan sawah yaitu lahan sawah utama I dan lahan sawah sekunder I. Kecamatan yang termasuk dalam lahan sawah utama I yaitu Danau Paris, Simpang Kanan, dan Kuta Baharu. Sedangkan kecamatan yang termasuk dalam lahan sawah sekunder I yaitu Suro Makmur dan Gunung Meriah.

Rice Field Conversion in Aceh Singkil District

Abstract. The existence of agricultural land provides very broad benefits both economically, socially and environmentally. Therefore, the loss of agricultural land as a result of land conversion can have a negative impact on the surrounding environment. Rice fields themselves have many functions, apart from being a producer of lowland rice, they also play a role in environmental maintenance and the preservation of natural resources. This conversion of paddy fields can be caused by the low rental value of rice fields, weak regulatory and law enforcement authorities, and more emphasis on Regional Original Revenue (PAD) compared to the preservation of natural resources. This study aims to classify paddy fields according to biophysical criteria as the basis for controlling land conversion. The results showed that the biophysical characteristics in Aceh Singkil Regency consisted of 2 categories of rice fields, namely primary rice fields I and secondary rice fields I. The sub-districts included in the main rice fields I were DanauParis, Simpang Kanan, and Kuta Baharu. Meanwhile, the sub-districts included in the secondary rice fields I are Suro Makmur and Gunung Meriah


Keywords


Konversi Lahan; Kriteria Biofisik; Land Conversion; Biophysical Criteria

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, A., Wahyunto, & R. Shofiyati, 2005. Kriteria Biofisik Dalam Penetapan Lahan Sawah Abadi di Pulau Jawa. Jurnal Litbang Pertanian, 24(4), 131–136.

Dwipradnyana, I. M. M., 2014. Faktor-faktor yang mempengaruhi Konversi lahan Pertanian Serta Dampak Terhadap Kesejahteraan Petani (Study Kasus di Subak Jadi, Kecamatan Kediri, Tabanan). Jurnal Manajemen Agribisnis, 3(1).

Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Utomo, M., Eddy Rifai & Abdulmutalib Thahir. 1992. Pembangunan dan Alih Fungsi Lahan. Lampung: Universitas Lampung.

Yasar, M., Siwar, C., & Kiswayadi, T. D. 2013. Konversi dan Kelestarian Lahan Sawah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh. Prosiding dari Seminar Nasional Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat Menuju Hutan Aceh Berkelanjutan. 142-151




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.21982

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id