Patogenisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana terhadap Serangga Nezara viridula (L.) pada Stadia yang Berbeda

Mega Mahrani Nasution, Muhammad Sayuthi, Hasnah Hasnah

Abstract


Abstrak. Beauveria bassiana merupakan salah satu cendawan entomopatogen yang sering dimanfaatkan sebagai bioinsektisida dalam mengendalikan serangga hama pada tanaman budidaya. Nezara viridula merupakan salah satu hama utama pada tanaman polong-polongan yang merusak tanaman dengan menusukkan stiletnya pada buah atau biji kemudian menghisap cairannnya sehingga mengakibatkan penurunan hasil hingga 80% bahkan dapat mengalami puso apabila tidak dilakukan pengendalian. Pengendalian hama dengan memanfaatkan cendawan entomopatogen diharapkan dapat mengendalikan serangga hama N. viridua pada stadia yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi cendawan B. bassiana yang efektif dalam mengendalikan hama serangga N. viridula. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu kerapatan konidia cendawan B. bassiana dengan 4 taraf yaitu K1 (102 cfu), K2 (104 cfu), K3 (106 cfu), dan K4 (108 cfu), serta stadia perkembangan serangga yaitu: S1 (Nimfa instrar 2), S2 (Nimfa instrar 4), S3 (imago), sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 2 ulangan serta didapat 24 unit percobaan. Peubah yang diamati meliputi masa inkubasi cendawan B. bassiana pada N. viridula (hari), gejala yang ditimbulkan pada N. viridula akibat terinfeksi cendawan B. bassiana, dan Mortalitas N. viridula (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan konidia cendawan B. bassiana berpengaruh nyata terhadap masa inkubasi pada N. viridula tetapi berpengaruh tidak nayata terhadap stadia perkembangan serangga. Semakin tinggi tingkat kerapatan konidia cendawan B. bassiana yang diaplikasikan, maka semakin cepat timbulnya gejala white muscardine pada serangga N. viridula di laboratorium. Kerapatan konidia  108 cfu pada 2 hari setelah aplikasi (HSA) serangga sudah mati dan tubuh sudah ditumbuhi cendawan B. bassiana. Stadia perkembangan serangga dan tingkat kerapatan konidia cendawan berpengaruh nyata terhadap mortalitas. Mortalitas tertinggi terjadi pada kerapatan konidia 108 cfu yaitu 71,13% pada pengamatan 5 hari HSA. Cendawan B. bassiana berpotensi sebagai agens hayati dalam mengendalikan serangga hama N. viridula yang berwawasan lingkungan.

Pathogenicity of Entomopathogenic Fungus Beauveria bassiana to Insect Nezara viridula (L.) at Different Stages

Abstract. Beauveria bassiana is one of the entomopathogenic fungi that is often used as a bioinsecticide in controlling insect pests in cultivated plants. Nezara viridula is one of the main pests on legumes that damage plants by sticking the stylet into the fruit or seed and then sucking the liquid, resulting in a decrease in yield of up to 80% and can even experience puso if not controlled. Pest control using entomopathogenic fungi is expected to control the insect pest N. viridua at different stadia. The purpose of this study was to obtain a concentration of the fungus B. bassiana which was effective in controlling the insect pest N. viridula. The design used in this study was a factorial completely randomized design consisting of 2 factors, namely the conidia density of the fungus B. bassiana with 4 levels, namely K1 (102 cfu), K2 (104 cfu), K3 (106 cfu), and K4 (108 cfu). ), and the developmental stages of insects, namely: S1 (Nymph instrar 2), S2 (Nymph instrar 4), S3 (imago), so that 12 treatment combinations were obtained with 2 replications and 24 experimental units were obtained. The observed variables included the incubation period of  the fungus B. bassiana on N. viridula (days), the symptoms caused in N. viridula due to infection with the fungus B. bassiana, and the mortality of N. viridula (%). The results showed that the conidia density of the fungus B. bassiana had a significant effect on the incubation period of N. viridula but had no significant effect on the developmental stage of insects. The higher the conidia density of the fungus B. bassiana applied, the faster the symptoms of white muscardine in N. viridula insects appeared in the laboratory. Conidia density of 108 cfu at 2 days after application (HSA) the insects were dead and the body was overgrown with B. bassiana fungus. Insect developmental stadia and fungal conidia density had a significant effect on mortality. The highest mortality occurred at conidia density of 108 cfu, which was 71.13% at 5 days of HSA observation. The fungus B. bassiana has the potential as a biological agent in controlling the insect pest N. viridula in an environmentally sound manner.



Keywords


Patogenisitas; Beauveria bassiana; Nezara viridula ; Pathogenicity; Beauveria bassiana; Nezara viridula

Full Text:

PDF

References


Altinok, H. H., A. A. Mahmut., dan S. K. Abdurrahman., 2019. Modes of Action of Entomopathogenic Fungi. Current Trends in Natural Sciences, 8(16): 117-124.

Aror, A. P. F., 2017. Pemanfaatan Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin terhadap Larva Plutella xylostella (L.) di Laboratorium. Skripsi. Universitas Sam Ratulangi. Manado.

Azhari. A. A., S. Muhammad., dan Hasnah., 2019. Patogenisistas Cendawan Metarhizium anisopliae (Metsch) dalam Mengendalikan Kepik Hijau (N. viridula) pada Stadia Perkembangan yang Berbeda di Laboratorium. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(2): 178-187.

Bayu, M. S. Y. I., P. Yusmani., dan W. I. Sri., 2021. Beauveria bassiana: Biopestisida Ramah Lingkungan dan Efektif untuk Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman. Beauveria bassiana: The Eco-friendly and Effective Biopesticide to Control Pest and Plant Diseases. Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Buletin Palawija, 19(1): 41-63.

Ewunkem, A, J., O. S. Henry., N. D. Beatrice., G. Sudan., dan E. J. Louis., 2020. Nutritional Ecology of the Southern Green Stink Bug Nezara viridula (Hemiptera: Pentatomidae) on Selected Varieties of Cowpea and Tomato. American Journal of Entomology, 4(1): 1-9.

Fuad, C., 2017. Efektivitas Tiga Jenis Cendawan Entomopatogen Isolat Lokal Terhadap Perkembangan Hama Penghisap Polong Kedelai Nezara viridula L. (Hemiptera: Pentatomidae). Tesis. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Gomez, K. A. dan A. A. Gomez., 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Alih Bahasa: Syamsuddin and J.S. Baharsyah. Universitas Indonesia. Jakarta.

Husain, M., R. Khawaja., S. A. Abdulrahman, dan T. Muhammad., 2020. Entomopathogenicity of Beauveria bassiana Against Immature Life Stages of Almond Moth, Cadra cautella (Lepidoptera: Pyralidae). Article in Pakistan Journal of Agricultural Research:1-6.

Keswani, C., P. S. Surya., dan B. S. Harikesh., 2013. Beauveria Bassiana: Status, Mode of Action, Applications and Safety Issues. Biotech Today, 3(1): 1-9.

Kumalasari, D., A. Aminudin., dan A. C. Fery., 2016. Isolasi Jamur Patogen Serangga Filoplan Cabai Merah Keriting (Capsicum annuum Linnaeus) dan Uji Virulensi terhadap Spodoptera litura Fabricius (Lepidoptera: Noctuidae). Jurnal HPT, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, 4(3) : 115 -124.

Lecuona, R., C. Jean-luc., R. Guy., J. Catherine, dan J. Patricia., 1997. Spore Germination and Hyphal Growth of Beauveria sp. on Insect Lipids. Biological and Microbial Control, 9(1): 119-123.

Mardiana, Y., S. Desita., dan J. H. Laoh., 2015. Penggunaan Beberapa Konsentrasi Beauveria bassiana Vuillemin Lokal untuk Mengendalikan Maruca testulalis Geyer pada Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Jom Faperta, 2(1): 1-11.

Marwoto. 2007. Dukungan Pengendalian Hama Terpadu dalam Program Bangkit Kedelai. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. Balitkabi, 2(1): 79-92.

Nurani, A. R., I. S. Putu., dan N. D. Ni., 2018. Uji Evektifitas Jamur Beauveria bassiana Bals. terhadap Ulat Grayak (Spodoptera litura F.) pada Tanaman Tembakau. E –Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 7(1): 11-23.

Pertiwi, S. P., H. Rosmana, dan W. Lestari., 2016. Pengaruh Jenis Formulasi Jamur Entomopatogen Beauveria bassiana terhadap Pertumbuhan Spora dan Kematian Kutu Daun Kedelai (Aphis glycines Matsumura). J. Agrotek Tropika, 4(1): 55 - 61.

Prayogo, Y., 2012. Toksisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana terhadap Kepik Hijau Nezara viridula (L.). Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi: Balai Penelitian Tanaman Kacang-Kacangan dan Umbi Umbian. Malang. 211-222.

Prayogo, Y., 2013. Patogenisitas Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Deuteromycotina: Hyphomycetes) pada Berbagai Stadia Kepik Hijau (Nezara viridula L.). Jurnal HPT Tropika, Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi umbian. Malang. 13(1): 75 - 86.

Prijono, D., 1999. Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Riningrum, R. A. F., Nadrawati., dan T. Edhi., 2020. Uji Konsentrasi Cendawan Beauveria bassiana (Bals.) Vuill Terhadap Mortalitas Kepik Polong (Riptortus linearis F.) pada Tanaman Kedelai. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 22(1): 9 - 15.

Rustama, M. M., Melanie., dan I. Budi., 2008. Patogenisitas Jamur Entomopatogen Metarhizium anisopliae terhadap Crocidolomia pavonana Fab. dalam Kegiatan Studi Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Kubis dengan Menggunakan Agensia Hayati. Lembaga Penelitian Universitas Padjajaran. Bandung.

Salbiah, D., J. H. Laoh., dan Nurmayani., 2013. Uji Beberapa Dosis Beauveria bassiana Vuillemin terhadap Larva Hama Kumbang Tanduk Oryctes rhinoceros (Coleoptera; Scarabidae) pada Kelapa Sawit. Jurnal Teknobiologi, 4(2): 137 - 142.

Saranraj, P., dan A. Jayaprakash., 2017. Agrobeneficial Entomopathogenic Fungi Beauveria bassiana: a Review. Indo – Asian Journal of Multidisciplinary Research (IAJMR), 3(2): 1052 - 1087.

Soetopo, D., dan I. Igaa., 2007. Status Teknologi dan Prospek Beauveria bassiana untuk Pengendalian Serangga Hama Tanaman Perkebunan yang Ramah Lingkungan. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, (6)1: 29 - 46.

Syahnen., D. N. S. Desianty., dan E. Br-P. Sry., 2011. Teknik Uji Mutu Agens Pengendali Hayati (APH) di Laboratorium. Medan: Laboratorium Lapangan Balai Besar Penelitian dan Proteksi Tanaman Perkebunan.

Tanada, Y., dan K. K. Harry., 1993. Insect Pathology. Academic Press, inc. New York.

Tantawizal., I. Alfi., dan P. Yusmani., 2015. Potensi Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin untuk Mengendalikan Hama Boleng Cylas formicarius F. pada Tanaman Ubi Jalar. Buletin Palawija, 29: 46 - 53.

Trizelia. 2005. Cendawan Entomopatogen Beauveria bassiana: Keragaman Genetik, Karakterisasi Fisiologi dan Virulensinya terhadap Crocidolomia pavonana. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v8i1.21966

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id