Menghitung Jumlah Erosi di Sub DAS Krueng Jreu Menggunakan Metode USLE

Afrida Ningsih Nasution, T Ferijal, Devianti Devianti

Abstract


Abstrak. Erosi dapat dikatakan sebagai proses terlepasnya butiran tanah dari induknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atau angin kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terangkut di tempat yang lain. Erosi permukaan terjadi pada lapisan tipis permukaan tanah yang terkikis oleh kombinasi air hujan dan limpasan permukaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah erosi yang terjadi di Sub DAS Krueng Jreu selama 5 tahun (2016-2020). Pada penelitian ini analisis yang digunakan untuk perhitungan jumlah erosi menggunakan metode USLE. Parameter yang digunakan yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan penggunaan lahan (P). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu jumlah erosi di Sub DAS Krueng Jreu pada tahun 2016 yaitu sebesar 1162,76 ton/ha/tahun, pada tahun 2017 1849,57 ton/ha/tahun, pada tahun 2018 yaitu sebesar 970,39 ton/ha/tahun, pada tahun 2019 sebesar 1186,47 ton/ha/tahun dan pada tahun 2020 sebesar 1193,54 ton/ha/tahun.

 Calculating The Amount of Erosion in Krueng Jreu Watershed Area Using USLE Method

Abstract. Erosion can be said as the process of releasing soil grains from their parent in one place and the material being transported by water or wind movements followed by the deposition of material transported in another place. Sheet erosion occurs when a thin layer of the soil surface is eroded by a combination of rainwater and run-off. The purpose of this study was to determine the amount of erosion that occurred in the Krueng Jreu sub-watershed for 5 years (2016-2020). In this study, the analysis used to calculate the amount of erosion using the USLE method. The parameters used are rain erodibility (R), soil erodibility (K), slope (LS), crop management (C) and land use (P). The results obtained from this study are the amount of erosion in the Krueng Jreu sub-watershed in 2016 which was 1162.76 tons/ha/year, in 2017 it was 1849.57 tons/ha/year, in 2018 it was 970.39 tons/year. ha/year, in 2019 it was 1186.47 tons/ha/year and in 2020 it was 1193.54 tons/ha/year.


Keywords


Erosi; Metode USLE; Erosion; USLE Method

Full Text:

PDF

References


Arsyad, U. 2010. Analisis Erosi Pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan dan Kemiringan Lereng di Daerah Aliran Sungai Jeneberang Hulu. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin. Makassar

Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Edison, B.M. dan Suhartanto, E. 2012. Studi Teknologi Konservasi untuk Menurunkan Laju Erosi pada Sub DAS Sombe Lewara Provinsi Sulawesi Tengah. Jurnal Teknik Pengairan, 3(2): 204–210.

Kiranoto, B.A. dan Yulistiyanto, B. 2000. Diktaat Kuliah Hidraulika Transfor Sedimen. PPS-Teknik Sipil. Yogyakarta

Nirmaningsih, B. 2009. Analisis Tingkat Bahaya Erosi Aktual Daerah Aliran Sungai (DAS) Puro Bagian Hulu. Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Palu

Rahim, S.E. 1995. Pelestarian Lingkungan Hidup Melalui Pengendalian Erosi Tanah. Universitas Sriwijaya. Palembang

Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi Offset. Yogyakarta.

Wani, H.U. 1987. Erosi dan Konservasi Tanah. Universitas Brawijaya. Malang.

Wani, H.U. 1989. Konservasi Tanah di Indonesia. Suatu Rekaman dan Analisis. Universitas Brawijaya. Malang.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i4.21421

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id