Kajian Klasifikasi Tanah di Areal yang Belum dan Sudah Ditanami Nilam di Desa Teungoh Geunteut Lhoong Aceh Besar

Meilia Santi, Zainabun Zainabun, Teti Arabia

Abstract


Abstrak. Tanah memiliki sifat yang khas, data mengenai morfologi dan klasifikasi tanah khususnya Inceptisol mutlak diperlukan karena Inceptisol merupakan tanah yang belum matang dengan perkembangan profil yang lemah karena terdapat dalam keseimbangan dengan lingkungan sehingga penggunaan Inceptisol untuk pertanian dan non pertania beraneka ragam. Nilam dapat tumbuh di berbagai jenis tanah sepeti Inceptisol. Penelitian ini mengkaji bagaimana klasifikasi tanah di areal yang belum dan sudah ditanami nilam di desa Teungoh Geunteut Lhoong Aceh besar. Pada areal yang belum dan sudah ditanami nilam mengamati tiga parameter yaitu tekstur tanah tiga fraksi, C-organik tanah, dan kejenuhan basa (KB) tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa areal yang belum dan sudah ditanami nilam memiliki klasifikasi tanah yang sama dimulai dari tingkat epipedon, horizon penciri bawah, regim kelembaban, ordo tanah, subordo, great group, dan subgroup.

Kata kunci : Klasifikasi tanah, tanaman nilam

Study of Soil Clasification in Areas that Have Not Been and Have Been Planted with Patchouli in the Village of Teungoh Geunteut, Lhoong Aceh Besar

Abstract. Soil has distinctive properties, data on morphology and soil classification, especially Inceptisols are absolutely necessary because Inceptisols are immature soils with a weak profile development because they are in balance with the environment so that the use of Inceptisols for agriculture and non-agriculture varies widely. Patchouli can grow in various types of soil such as Inceptisols. This study examines how the land classification in areas that have not been planted with patchouli in the village of Teungoh Geunteut Lhoong Aceh Besar. In areas that have not been and have been planted with patchouli, observing three parameters, namely soil texture with three fractions, soil C-organic, and soil base saturation (KB). The results showed that the areas that had not been planted with patchouli had the same soil classification starting from the epipedon level, lower characteristic horizon, moisture regime, soil order, suborder, great group, and subgroup.

Keywords: Soil classification, patchouli plant


Keywords


Klasifikasi tanah, tanaman nilam; Soil classification, patchouli plant

Full Text:

PDF

References


Andiko, N. and Marthen, S., 2007. Karakteristik dan ketersediaan data sumber daya lahan pulau-pulau kecil untuk perencanaan pembangunan pertanian di Maluku. Jurnal Litbang Pertanian. 26 (2): 42 – 43.

Balai Penelitian Tanah., 2009. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Balai Penelitian Tanah. Bogor.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh., 2017. Pengembangan Pola Tanam Tanaman di Provinsi Aceh. Laporan Akhir Kegiatan.

Darwis, M., 2004. Jenis-jenis Hama dan Serangannya pada Tanaman Nilam. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Fathirah, R., 2010. Karakteristik Tanah yang berkembang pada formasi batuan Gunung Lampobattang di Kabupaten Jeneponto. Skripsi. Agroteknologi. Pertanian. Unhas. Makassar.

Hanafiah, K.A., 2014. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers. Jakarta.

Hardjowigeno, S., 1985. Genesis dan Klasifikasi Tanah. Akademi Pressindo. Jakarta.

Soil Survey Staff., 2014. Keys Soil Taxonomy. Twelfth Edition. Washington. USDA.

Tan, K.H., 1991. Dasar-dasar Kimia Tanah. Penerbit Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20893

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id