Biodiversitas Serangga Tanah pada Pertanaman Nilam yang di Tumpangsarikan dengan Famili Solanaceae

Nurul Fitri, Alfian Rusdy, Hasnah Hasnah

Abstract


Abstrak.

Nilam merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri (Patchouli oil), yang dapat digunakan sebagai bahan campuran pembuatan kosmetik, farmasi, aroma terapi serta zat pengikat (fixative agent). Pola tanam tumpangsari merupakan salah satu usaha meningkatkan keanekaragaman dalam suatu agroekosistem baik flora maupun fauna. Kehidupan serangga sangat tergantung pada habitatnya seperti serangga tanah memiliki peranan yang penting dalam ekosistem pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan serangga tanah pada tanaman nilam yang ditumpangsarikan dengan tanaman famili Solanaceae (cabai, terung, dan tomat). Peubah yang diamati meliputi identifikasi dan populasi serangga tanah, keanekaragaman, kelimpahan dan indeks keanekaragaman. Pada lahan I terdapat 7 ordo, 24 famili serangga dengan total 2150 individu. Pada lahan II terdapat 6 ordo, 34 famili serangga dengan total 1922 individu, sedangkan pada lahan III terdapat 9 ordo, 31 famili serangga dengan total 1537 individu. Serangga yang paling banyak di temukan yaitu serangga dari famili Formicidae. Nilai indeks keanekaragaman pada ketiga lahan termasuk dalam kategori sangat rendah

Kata Kunci: Biodiversitas, Nilam, Serangga tanah, Tumpangsari, Solanaceae.

 

Abstract. Patchouli is one of the essential oil-producing plants (Patchouli oil), which can be used as a mixture for making cosmetics, pharmaceuticals, aromatherapy and fixative agents. Intercropping is one of the efforts to increase diversity in an agroecosystem, both flora and fauna. Insect life is very dependent on their habitat as soil insects have an important role in agricultural ecosystems. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of soil insects on patchouli intercropping with plants of the Solanaceae family (chili, eggplant, and tomato). The observed variables included soil insect identification and population, diversity, abundance and diversity index. In land I there are 7 orders, 24 insect families with a total of 2150 individuals. In land II there are 6 orders, 34 insect families with a total of 1922 individuals, while in land III there are 9 orders, 31 insect families with a total of 1537 individuals. The most commonly found insects are insects from the Formicidae family. The value of the diversity index on the three lands is included in the very low category.

Keywords: Biodiversity, Patchouli, Soil insects, Intercropping, Solanaceae.

 

Keywords


Biodiversitas; Nilam; Serangga tanah; Tumpangsari; Solanaceae;Biodiversity; Patchouli; Soil insects; Intercropping; Solanaceae;

Full Text:

PDF

References


Aditama, R. C dan N. Kurniawan. 2013. Struktur komunitas serangga nokturnal areal pertanian padi organik pada musim penghujan di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Jurnal Biotropika. 1(4): 186-190.

Agustinawati., M. H. Toana dan A. Wahid. 2016. Keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada tanaman cabai (Capsicum annum L.) dengan sistem pertanaman yang berbeda di Kabupaten Sigi. Jurnal Agrotekbis. 4(1): 8- 15.

Andersen A. 2000. Global Ecology of Rainforest Ants: Functional Groups in Relation To Environmental Stress and Disturbance. In Ants: Standard Methods for Measuring and Monitoring Biodiversity. Smithsonian Institution Press. Washington and London.

Andini, A. A., 2021. Kelimpahan Spesies Dari Ordo Collembola dihutan Nyawang Bandung, Jawa Barat. Skripsi. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan Bandung.

Arundina, M., S. Ngabekti dan K. Santoso. 2014. Kesintasan undur-undur pada media aklimatisasi. Jurnal Biosaintifika. 6(1): 18-23.

Aryoudi, A., M. I. Pinem dan Marheni. 2015. interaksi tropik jenis serangga di atas permukaan tanah (yellow trap) dan pada permukaan tanah (pitfall trap) pada tanaman terung belanda (Solanum betaceum Cav.) di lapangan. Jurnal Online Agroekoteknologi. 3(4): 1250 – 1258.

Asyari., 2006. Peran serangga air bagi ikan air tawar. Jurnal BAWAL. 1(2): 12-19.

Basna, M., R. Koneria dan A. Papu. 2017. Distribusi dan diversitas serangga tanah di taman Hutan Raya Gunung Tumpa Sulawesi Utara. Jurnal MIPA UNSRAT. 6(1): 36-42.

Borror, D. J., C. A. Tripleron dan N. F. Johnson. 2005. Study of Insects. 7 th Edition. Thomson Brooks/Cole. Australia, Canada, Singapura, Spain, United Kingdom, United Stated.

Dadang, 2006. Konsep Hama dan Dinamika Populasi. Workshop Hama dan Penyakit Tanaman Jarak (Jatropha Curcas Linn.): Potensi Kerusakan dan Teknik Pengendaliannya. Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, IPB.

Danti, H, R., Y. Fitriana., A. M. Hariri dan Purnomo. 2018. Keanekaragaman arthropoda pada pertanaman tomat dengan sistem pertanaman berbeda di Kabupaten Tanggamus Lampung. Jurnal Agrotek Tropika. 6(3): 139-145.

Ellahi, F., A. G. Lanjar., B. H. Chang., Magsi., G. M. Khushk., A. Raza., A. H Chang dan F. N. Miano. 2017. Insect biodiversity on mix cropping of chilli and onion crops. International Journal of Fauna and Biological Studies. 4(3): 14-19.

Febrita, E., Suwondo dan E. Mayrita. 2008. Struktur komunitas arthropoda dalam tanah pada areal perkebunan karet (Hevea bransiliaensis) Di Kec. Inuman Kab. Kuantan Singingi – Riau. Jurnal Pilar Sains. 7(1): 37-45.

Haneda, N.F., C. Kusmana dan F. D. Kusuma. 2013. Keanekaragaman serangga di ekosistem mangrove. Jurnal Silvikultur Tropika. 4(1): 42-46.

Haryadi, N. T dan H. Purnomo. 2019. Rekayasa Agroekosistem dan Konservasi Musuh Alami. UPT Percetakan dan Penerbitan Universtas Jember. Jember.

Jasridah., A. Rusdy dan H. Hasnah. 2021. Komparasi keanekaragaman arthropoda permukaan tanah pada komoditas cabai merah, cabai rawit dan tomat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 6(3): 347-355.

Ma’arif, S., N. M. Suartini dan I. K. Ginantra. 2014. Diversitas serangga permukaan tanah pada pertanian hortikultura organik di Banjar Titigalar, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan-Bali. Jurnal Biologi. 18(1): 28-32.

Magurran, A.E. 2004. Measuring Biological Diversity. Blackwell Publishing. Oxford.

Mawarni, A., 2016. Potensi Lalat (Musca domestica) di TPA Jatibarang Semarang Sebagai Vektor Cacing Parasit. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang. Jurusan Biologi Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Meilin, A dan Nasamsir. 2016. Serangga dan peranannya dalam bidang pertanian dan kehidupan. Jurnal Media Pertanian. 1(1): 18-28.

Mohamed, S.K., S. M. G. Allah., H. H. Fadel., R. M. Badawy.,R. F. Sawaby. 2013. Taxonomic review of family Rhyparochromidae (Hemiptera: Lygaeoidea) from Egypt. Journal Experimental Biology Zoology. 9(1): 33-60.

Nurindah. 2006. Pengelolaan agroekosistem dalam pengendalian hama. Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Malang- Jawa Timur. 5(2): 78-85.

Rhodiyah, A. F., Darsono dan E. Riwidiharso. 2020. Keanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) di kawasan Cagar Alam Bantarbolang Pemalang Jawa Tengah. Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed. 2(1): 98-104.

Riyanto., 2020. The composition, abundance, and biodiversity of the insect family of the Hymenoptera order on swampy wetlands (SW) and land conversion (LC) in Palembang City. Jurnal Biologi Tropis. 20(2): 396 - 405.

Rohman, I. F., A. Rahardjanto dan M. A. K. Budiyanto. 2014. Struktur komunitas serangga tanah pada ekosistem pertanian daerah aliran sungai (DAS) Brantas Hulu Desa Sumberejo Kecamatan Batu Kota Batu. Proceeding Biology Education Conference. 11(1): 588-595.

Rosnadi, A. F., 2019. Identifikasi Semut (Hymenoptera: Formicidae: Myrmicinae) pada Tiga Tipe Perumahan yang ada di Bandar Lampung. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.

Sari, P., Syahribulan., S. Sjam dan S. Santosa. 2017. Analisis keragaman jenis serangga herbivora di areal persawahan Kelurahan Tamalanrea Kota Makassar. Jurnal Biologi Makassar. 2(1): 35-45.

Siagian, L., Wilyus dan F. Nurdiansyah. 2019. Penerapan pola tanam tumpangsari dalam pengelolaan hama tanaman kacang hijau (Phaseolus radiatus L.). Jurnal Agroecotenia. 2(2): 32-42.

Suheriyanto, D., 2008. Ekologi Serangga. UIN Malang Press. Malang.

Trisilawati, O dan E. Hadipoentyanti. 2015. Sirkuler Informasi Teknologi Tanaman Rempah dan Obat Budidaya Nilam yang Baik dan Benar. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id