Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.)

Khairul Anwar, Trisda Kurniawan, Syamsuddin Syamsuddin

Abstract


Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK yang tepat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao serta untuk mengetahui interaksi antar kedua faktor tersebut. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kampung Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues dan Laboratorium Dasar Kampus USK PSDKU Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x3 dengan 3 ulangan, sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan dan 36 unit percobaan. Ada 2 faktor yang diteliti yaitu pengaruh komposisi media tanam dan pupuk NPK. Faktor pertama adalah komposisi media tanam (M) terdiri dari 3 taraf : M 1 = Tanah + Arang Sekam + Limbah Kulit Kopi (2:1:1), M 2= Tanah + Arang Sekam+ Limbah Kulit Kopi (1:1:2), M 3 = Tanah + Arang Sekam + Limbah Kulit Kopi (1:2:1). Faktor kedua adalah pupuk NPK (P) yang terdiri dari 4 taraf : N 0 = 0 g/tanaman (kontrol), N 1 = 2 g/tanaman, N 2 = 4 g/tanaman, N 3= 6 gr/tanaman. Analisis data menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 0,05. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah daun umur 30, 45, 60, 75 dan 90 HST, bobot basah berangkasan, panjang akar, volume akar dan bobot kering berangkasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap jumlah helai daun 60 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao yang diamati dari berat kering berangkasan dijumpai pada komposisi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:2:1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk NPK berpengaruh sangat nyata terhadap tanaman dan jumlah helai daun umur 30 , 45, 60, 75 dan 90 HST, diameter pangkal batang umur 45, 60, 75 dan 90 HST, berat basah berangkasan, panjang akar, volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. volume akar dan berat kering berangkasan umur 90 HST serta berpengaruh nyata terhadap diameter pangkal batang umur 30 HST. pertumbuhan terbaik bibit kakao ditemukan pada dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap panjang umur 90 HST serta interaksi yang nyata terhadap jumlah helai daun umur 90 HST. Panjang akar umur 90 HST terbaik yang ditemukan pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (2:1:1) dengan dosis pupuk NPK 2 g/tanaman dan jumlah helai daun umur 90 HST terbaik ditemui pada kombinasi media tanam tanah : arang sekam : limbah kulit kopi (1:1:2) dengan dosis pupuk NPK 6 g/tanaman.

 

Effect of Planting Media Composition and NPK Fertilizer Dosage on Cocoa Seed Growth (Theobroma cacao L.)


Abstract. This study aims to determine the effect of the composition of the planting medium and the right dose of NPK fertilizer on the growth of cocoa plant seeds and to determine the interaction between these two factors. This research was carried out in Badak Village, Dabun Bracelet District, Gayo Lues Regency and the Basic Laboratory of the USK PSDKU Gayo Lues Campus. This study used a 4x3 factorial randomized block design (RAK) with 3 replications, so there were 12 treatment combinations and 36 experimental units. There are 2 factors studied, namely the influence of the composition of the planting media and NPK fertilizer. The first factor is the influence of the composition of the planting medium (M) consisting of 3 levels: M1= Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (2:1:1), M2=Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (1:1:2 ), M3 = Soil + Husk Charcoal + Coffee Peel Waste (1:2:1). The second factor was NPK fertilizer (P) which consisted of 4 levels: N0 = 0 g/plant (control), N1 = 2 g/plant, N2 = 4 g/plant, N3 = 6 g/plant. Data analysis used ANOVA and continued with the Honest Significant Difference (BNJ) at 0.05 level. Parameters observed were plant height, stem diameter, number of leaves at 30, 45, 60, 75 and 90 DAP, dry weight of stem, root length, volume of root and dry weight of root. The results showed that the composition of the growing media had a very significant effect on root length at 90 DAP and significantly affected the number of leaves at 60 DAP. The best growth of cacao seedlings observed from dry weight was found in the composition of the growing media: soil: husk charcoal: coffee husk waste (1:2:1) The results showed that the dose of NPK fertilizer had a very significant effect on plant height and number of leaves at 30, 45, 60, 75 and 90 DAP, stem diameter at 45, 60, 75 and 90 DAP, dry weight, root length, root volume and dry weight at 90 DAP and significantly affected the diameter of the stem at 30 DAP. The best growth of cocoa seedlings was found at a dose of 6 g/plant of NPK fertilizer. There was a very significant interaction between the composition of the growing media and the dose of NPK fertilizer on root length at 90 DAP and a significant interaction with the number of leaves at 90 DAP. The best root length at 90 DAP was found in the combination of soil: husk charcoal: coffee husk waste (2:1:1) with a dose of NPK fertilizer of 2 g/plant and the best number of leaves at 90 DAP was found in the combination of soil: charcoal. husk : coffee husk waste (1:1:2) with a dose of NPK fertilizer 6 g/plant.


Keywords


Kata kunci : Media Tanam, Pupuk NPK, Kakao ;Keywords : Planting Media, NPK Fertilizer, Cocoa

Full Text:

PDF

References


Aramaini, Y dan H. Alfen. 2017. Pengaruh perbedaan limbah cair bioetanol (Vinasse) terfermentasi terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao (Theobroma cacao L.) 4 (2):1-15.

Dodi, I dan Nurbaiti. 2017. Pengaruh pupuk NPK dan air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.) di medium sub soil. Jurnal Fapert. 4(2):1-12.

Hakim, N. M., Y. Nyakpa., S. G. Nugroho., A. M. Lubis., M. R. Saul., M. A. Diha., G. B. Hong dan H. H. Bailey. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung. Universitas Lampung.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Edisi Revisi. Akademi Presindo. Jakarta.

Jumin, H. B. 2002. Ekologi Tanaman Suatu Pendekatan Fisiologi. Rajawali Press. Jakarta.

Junaidi. 2013. Pengaruh media tanam dan konsentrasi pupuk cair D. I. Grow terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar. Aceh Barat.

Lakitan, B. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Press. Jakarta.

Lingga, P. dan Marsono. 2005. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Manullang, M dan S. RL. Firman. 2019. Pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrica Ektensia. 13 (2):28-34.

Mulyani., C. I. Syahputra dan R. Kurniawan. 2018. Pengaruh media tanam dan limbah organik terhadap pertumbuhan bibit kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agrosamudra. 5 (2): 1-14.

Novizan. 2007. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Rukmi. 2009. Pengaruh Pemupukkan Kalium dan Fosfat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai. Universitas Muria Kudus.

Samsudin, S., N. Nelvia dan E. Ariani. 2017. Aplikasi Trichokompos dan Pupuk Npk Pada Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) di Medium Gambut. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Riau. 4 (2):1–11.

Soepardi, G. 2000. Sifat dan Ciri Tanah Jurusan Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Bogor. Bogor.

Suprianto dan F. Fiona. 2010. Pemanfaatan arang sekam untuk memperbaiki pertumbuhan semai jabon (anthocephalus candama roxb) pada media subsoil. Jurnal Silvikultur Tropika. 1 (1):24-28.

Susanto. 2003. Tanaman Kakao (Budidaya Dan Pengolahan Hasil). Kanisius Yogyakarta.

Widya, Y. 2008. Budidaya Bertanam Cokelat. Tim Bina Karya Tani. Bandung.

Wijaya, K. A. 2008. Nutrisi Tanaman Sebagai Penentu Kualitas Hasil dan Resitensi Alami Tanaman. Prestasi Pustaka. Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20588

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id