Pengaruh Media Perbanyakan Berbasis Bahan Organik terhadap Produksi Inokulan Fungi Mikroriza Arbuskula

Malisha Azra Pratiwi, Hifnalisa Hifnalisa, Fikrinda Fikrinda

Abstract


Abstrak. Fungi mikoriza arbuskula (FMA) merupakan mikroorganisme yang berperan sebagai pupuk hayati, karena kemampuannya dalam meningkatkan serapan hara, serapan air dan daya tahan tanaman terhadap kekeringan. Media perbanyakan yang sesuai mempengaruhi kualitas inokulan FMA. Tujuan  penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi media perbanyakan berbasis kompos  terhadap produksi inokulan FMA Acaulospora tuberculata. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan tiga ulangan. Perlakuan yang diuji adalah zeolit 100% + NPK, zeolit+10% kompos, zeolit+20% kompos, zeolit+10% kompos yang diinokulasi fungi selulolitik (FS) Talaromyces pinophilus strain MR107, zeolit+ 20% kompos yang diinokulasi FS T. pinophilus strain MR107, zeolit +10% kompos yang diinokulasi FS Penicillium sp. isolate SR18, zeolit +20% kompos yang diinokulasi FS Penicillium sp. isolate SR18, zeolit+10% kompos yang diinokulasi FS Purpureocillium lilacinum, dan zeolit+20% kompos yang diinokulasi FS P. lilacinum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media perbanyakan berbasis kompos memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah spora FMA dan kolonisasi FMA pada akar tanaman inang. Perlakuan zeolit+20% kompos FS P. lilacinum menghasilkan jumlah spora FMA terbanyak sedangkan media zeolit + 10% kompos yang diinokulasi FS T. pinophilus strain MR107, zeolit + 20% kompos yang diinokulasi FS Penicillium sp. isolate SR18, zeolit + 10% kompos dan zeolit + N P K memberikan pengaruh yang sama terhadap tingkat kolonisasi FMA yang tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa media kombinasi zeolit dan kompos dengan atau tanpa diperkaya fungi selulolitik efektif sebagai media perbanyakan dalam memproduksi spora FMA.

Pengaruh Media Perbanyakan Berbasis Kompos Terhadap Produksi Inokulan Jamur Mikorhiza Arbuskular

Abstract. Arbuscular mycorrhizal fungi (AMF) are microorganisms that act as biological fertilizers, because of their ability to increase nutrient uptake, water uptake and plant resistance to drought. Appropriate propagation media affects the quality of AMF inoculants. The purpose of this study was to determine the effect of a combination of compost-based propagation media on the production of Acaulospora tuberculata inoculants. This study used a non-factorial randomized block design with three replications. The treatments tested were zeolite 100% + NPK, zeolite + 10% compost, zeolite + 20% compost, zeolite + 10% compost inoculated with cellulolytic fungi (CS) Talaromyces pinophilus strain MR107, zeolite + 20% compost inoculated with CS T. pinophilus strain MR107, zeolite + 10% compost inoculated with CS Penicillium sp. isolate SR18, zeolite +20% compost inoculated with CS Penicillium sp. isolate SR18, zeolite+10% compost inoculated with CS Purpureocillium lilacinum, and zeolite + 20% compost inoculated with CS P. lilacinum. The results showed that compost-based propagation media had a very significant effect on the number of AMF spores and AMF colonization on host plant roots. Treatment of zeolite+20% compost inoculated with CS P. lilacinum produced the highest number of AMF spores while zeolite + 10% compost inoculated with CS T. pinophilus strain MR107, zeolite + 20% compost inoculated with CS Penicilliumsp. isolat SR18, zeolit +10% kompos dan zeolit + NPK memberikan pengaruh yang sama pada tingkat kolonisasi FMA tertinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi media zeolit dan kompos dengan atau tanpa pengayaan jamur selulolitik efektif sebagai media perbanyakan spora FMA.


Keywords


Acaulospora; fungi selulolitik; kompos; Penicillium sp; Purpureocillium; Talaromyces; Acaulospora; cellulolytic fungi; compost; Penicillium sp; Purpureocillium; Talaromyces;

Full Text:

PDF

References


Coelho, I. R., Pedone-Bonfim, M. V., Silva, F. S., and Maia, L. C., 2014. Production of Mycorrhizal Inoculum on Substrate with Organic Fertilizer. Journal of Microbiology, 45(4), pp. 1173-1178.

Dewi, T. M., Nurbaity, A., Suryatamana, P., and Sofyan, E. T., 2017. Efek Sterilisasi dan Komposisi Media Produksi Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Kolonisasi Akar, Panjang Akar dan Bobot Kering Akar Sorgum. Agro, 4(1), pp. 24-23.

Fikrinda, F., Marlina, M., and Khalil, M., 2022. Cellulolytic Fungi Modify the Nitrogen, Phosphorus, and Potassium Contents of Organic Fertilizers. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 978(1), pp. 012012.

Fikrinda, F., Syafruddin, S., Sufardi, S., and Sriwati, R., 2019. Combined Application of Native Mycorrhizal and Cellulolytic Fungi to Manage Drought Effects on Maize. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 334(1), pp. 012072.

Ginting, I. F., Yusnaini, S., Dermiyati, and Rini, M. V., 2018. Pengaruh Inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula dan Penambahan Bahan Organik pada Tanah Pasca Penambangan galian C terhadap Pertumbuhan dan Serapan Hara P Tanaman Jagung (Zea mays L.). Agrotropika, 6 (2), pp. 110-118.

Hajoeningtijas, O. D., 2009. Ketergantungan Tanaman terhadap Mikoriza sebagai Kajian Potensi Pupuk Hayati Mikoriza pada Budidaya Tanaman Berkelanjutan. Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 11(2), pp. 125-136.

Hartoyo, B., Ghulamahdi, M., Darusman, L. K., Ariz, S. A., dan Mansur, I., 2011. Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Rhizosfer Tanaman Pegagan (Centella asiatica L.) Urban. Littri, 17(1), pp. 32-40.

Khairuna, K., Syafruddin, S., and Marlina, M., 2015. Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Kompos pada Tanaman Kedelai terhadap Sifat Kimia Tanah. Floratek, 10(1), pp. 1-9.

Kumalawati, Z., Ridwan, A., and Kafrawi., 2018. Cendawan Mikoriza Arbuskula pada Rizosfer Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) di Tipe Kemiringan Lahan yang Berbeda. Agroplantae, 7(2), pp. 1-7.

Masfufah, R., Proborini, M. W., and Kawuri, R., 2016. Uji Kemampuan Spora Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) lokal Bali pada Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.). Simbiosis, 4, pp. 26-30.

Miska, M. E. E., Junaedi, A., Wachjar, A., and Mansur, I., 2016 Karakterisasi Fungi Mikoriza Arbuskula pada Rhizosfer Aren dari Jawa Barat dan Banten. Silvikultur Tropika, 7(1), pp. 18-23.

Nasrullah, 2019. Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskula dan Fungi Selulolitik Indegenous terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) pada Cekaman Kekeringan di Inceptisol. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Nurhalimah, S., Nurhatika, S., and Muhibuddin, A., 2014. Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular Indigenous pada Tanah Regosol di Pamekasan Madura. Sains dan Seni, 3(1), pp. 30-34.

Nurhandayani, R., Linda, R., and Khotimah, S., 2013. Inventarisasi Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular dari Rhizosfer Tanah Gambut Tanaman Nanas (Ananas comusus (L.) Merr). Protobiont. 2(3), pp. 146-151.

Nusantara, A. D., Bertham, Y. H., and Mansur, I., 2012. Bekerja dengan Fungi Mikoriza Arbuskula. SEAMEO Biotrop, Bogor : Institut Pertanian Bogor.

Octavianti, E. N., and Ermavitalani, D., 2014. Identifikasi Mikoriza dari Lahan Desa Poteran, Sumenep Madura. Sains dan Semi Pomits, 3(2), pp. 2237-3520.

Puspitasari, D., Purwani, K. I., and Muhibuddin, A., 2012. Eksplorasi Vesicular Mycorrizha Indigenous pada Lahan Jagung di Desa Torjun, Sampang Madura. Sains dan Seni ITS, 1(1), pp. E19-E22.

Rajapakse, S. and Miller, J. C., 1992. Methods for Studying Vesicular Arbuscular Mycorrhizal Root Colonization and Related Root Physical Properties. Methods in Microbilogy, 24, pp. 302-316.

Setiadi, Y. and Setiawan, T., 2011. Studi Status Fungi Mikoriza Arbuskula di Areal Rehabilitasi Pasca Penambangan Nikel (studi kasus PT INCO Tbk. Sorowako, Sulawesi Selatan). Silvikultur Tropika, 3(1), pp. 88-95.

Sianturi, R. P., Delvian, D., and Elfiati, D., 2015. Keanekaragaman Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Beberapa Tegakan di Areal Arboretum Universitas Sumatera Utara. Peronema Forestry Science Journal, 4(2), pp. 128-138.

Simamora L. A., Elfiati, D., and Delvian, 2015. Status dan Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Tanah Bekas kebakaran Hutan di Kabupaten Samosir. Jurnal USU, 4(3), pp. 1-9.

Simanungkalit, A. H., Hanafiah, A. S., and Sabrina, T., 2019. Uji Potensi Beberapa Jenis Jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Tanah Inseptisol: The Potential Test of Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM) on The Growth of Maize (Zea mays L.) on Inceptisol Soil. Jurnal Online Agroekoteknologi, 7(1), pp. 213-222.

Siregar, Z. K., Fikrinda, and Alvisyahrin, T., 2020. Pengaruh Media Perbanyakan dalam Perbanyakan Spora Fungi Mikoriza Arbuskula. Mikologi Indonesia, 4(1), pp. 125-133.

Suharno, R. P. and Sancaayaningsih, 2013. Fungi Mikoriza Arbuskula: Potensu Teknologi Mikozoremediasi Logam Berat dalam Rehabilitasi Lahan Tambang. Bioteknologi, 10(1), pp. 31-43.

Sutari, N. W. S., 2020. Isolasi dan Identifikasi Morfologi Jamur Selulolitik dari Limbah Rumah Tangga di Desa Sunur Kauh, Bali. Agrivigor, 13(2), pp. 100-105.

Vierheilig, H., Coughlan, A. P., Wyss, U., and Pichae, Y., 1998. Ink and Vinegar, a Simple Staining Technique for Arbuscular-Mycorrhizal Fungi. Applied Envirommental Microbiology, 64, pp. 5004-5007.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i2.20127

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id