Analisis Spasial Status Lahan Kritis dan Arahan Penggunaan Lahan di Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan

Mira Mardhiah, Yulia Dewi Fazlina, Hairul Basri

Abstract


Abstrak. Lahan kritis adalah  kondisi lahan yang telah mengalami penurunan fungsi atau tidak dapat secara efektif dimanfaatkan untuk lahan budidaya pertanian, sebagai media pengatur tata air, maupun sebagai pelindung alam lingkungan. Arahan pemanfaatan/ penggunaan lahan merupakan kajian potensi lahan untuk peruntukan suatu kegiatan dalam suatu kawasan tertentu berdasarkan fungsi utamanya. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui status lahan kritis dan arahan penggunaan lahan di Kecamatan Kluet Timur Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode survey dan analisis data menggunakan analisis deskriptif sedangkan pengolahan data atribut dengan teknik analisis spasial menggunakan overlay intersect. Data atribut yang di overlay berupa peta tutupan lahan, peta kemiringan lereng, peta tingkat bahaya erosi, peta produktivitas, dan peta manajemen yang sebelumnya masing-masing telah diisi dengan nilai hasil perkalian skor dan bobot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekritisan lahan untuk kawasan lindung terluas mencapai 12.358,85ha (60,21%) dari total keseluruhan kawasan lindung di Kecamatan Kluet Timur yang tergolong kedalam kriteria agak kritis. Tingkat kekritisan lahan untuk kawasan budidaya usaha pertanian terluas mencapai 3.915,22 ha (56,04%) tergolong ke dalam kriteria sangat kritis. Sedangkan tingkat kekritisan lahan untuk kawasan lindung di luar kawasan hutan terluas mencapai 14.276,88 ha ( 82,10%) tergolong ke dalam kriteria tidak kritis. Arahan penggunaan lahan yang tergolong sangat kritis pada kawasan lindung di Kecamatan Kluet Timur dengan menggunakan penerapan agroforestry, konservasi, rehabilitasi dan reboisasi.

Spatial Analysis of Critical Land Status and Land Use Directives in Kluet Timur District of  Aceh Selatan Regency

Abstract. Critical land is the condition of land that has undergone a decrease in function or cannot be effectively utilized for agricultural cultivation land, as a medium of water management, as well as a protector of environmental nature. Land use directive is a study of land potential for the allocation of an activity in a particular area based on its main function. The purpose of this study is to find out the critical land status and land use directives in East Kluet District of South Aceh Regency. This research uses survey methods and data analysis using descriptive analysis while data processing attributes with spatial analysis techniques using overlay intersect. Attribute data overlayed in the form of land cover maps, slope slope maps, erosion hazard level maps, productivity maps, and management maps that have previously each been filled with scores and weights. The results of this study showed that the level of criticality of land for the largest protected area reached 12,358.85ha (60.21%) of the total protected area in East Kluet District which belonged to the rather critical criteria. The level of land criticality for the largest agricultural cultivation area reached 3,915.22 ha (56.04%) classified into the very critical criteria. While the level of critical land for protected areas outside the largest forest area reached 14,276.88 ha (82.10%) classified into the non-critical criteria. Land use directives are classified as very critical in protected areas in East Kluet Subdistrict using the application of agroforestry, conservation, rehabilitation and reforestation.


Keywords


Lahan kritis; arahan penggunaan lahan; Critical land; land use directive

Full Text:

PDF

References


Ariani, R. D., and Harini, R., 2012. Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian di Kawasan Pertanian (Kasus Kecamatan Minggir dan Moyudan) Population Pressure on Farm Land In The Agricultural Land Area (Case Minggir And Moyudan Sub District). Jurnal Bumi Indonesia, 1(3), pp:421-428.

Arsyad, S. 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB PRESS. Bogor.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Selatan. 2020. Kabupaten Aceh Selatan dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Aceh Selatan.

Baja, S dan Sallatu A. M., 2005. Analisis Penutup Lahan Daerah Maros, Sulawesi Selatan. Jurnal Berita Inderaja, 4 (7), pp:1-10.

Baja S., 2012. Tata Guna Lahan dan Pengembangan Wilayah. Pendekatan Spasial dan Aplikasinya. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Hendro, H., Nahdi.Z.M., Budiastuti, S., and Purnomo, D. 2015. Pemetaan Parameter Lahan Kritis Guna Mendukung Rehabilitasi. Prosiding SNST ke-6. Semarang, Indonesia, 1(1). Pp: 41-46.

Kadir, S., and Rayes, M. L., Kusuma, M. R. 2013. Infiltration To Control Flood Vulnerability A Case Study of Rubber Plantation of Dayak Deah Community In Negara. Nat Appl Sci,4 (5). pp: 1-13.

Kadir, S., 2015. Penutupan Lahan untuk Pengendalian Tingkat Kekritisan DAS Satui Provinsi Kalimantan Selatan. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indo, 1(3). Pp: 1190-1196.

Kementerian Kehutanan, 2013. Peraturan Direktur Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Perhutanan Sosial. Nomor : P.3/V-SET//2013 Tentang Pedoman Identifikasi Karakteristik Daerah Aliran Sungai. Kementerian Kehutanan. Jakarta.

Kurniawati, Y. 2005. Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Pertanian ke Non Pertaniandan Pengaruhnya Terhadap Daya Dukung Lahan di Kecamatan Lembang KabupatenBandung. Tesis. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Peraturan Menteri Kehutanan RI No P.39/Menhut-II/2009. Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu. Kementrian Kehutanan. Jakarta.

Prawira, A.Y., Wikantika,K., and Hadi, F., 2005. Analisis Lahan Kritis di Kota Bandung Utara Menggunakan Open Source GRASS. Prosiding PIT MAPIN XIV. Bogor.

Wijayanti, D. I., 2017. Analisis Tingkat Kekritisan Lahan Kawasan Budidaya Pertanian Kabupaten Sleman Tahun 2016. Sripsi. Jurusan Geografi Fakultas Geografi. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Zhang, H and Wang, X. 2007. Land-Use Dynamics And Flood Risk In The Hinterland of The Pearl River Delta: The Case of Foshan City. Intl J Sustain Dev World Ecol.14 (5),pp: 485-92.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i3.20076

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id