Distribusi Sebaran Konflik Gajah Di Kawasan Hutan Lesten

Maulia Ermawati, Sugianto Sugianto, Muhammad Rusdi

Abstract


Abstrak. Desa Lesten ialah salah satu daerah yang merupakan kantung populasi satwa gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang sering mengalami konflik manusia dengan gajah yang timbul sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan memetakan konflik manusia dan gajah di kawasan hutan lesten. Hasil ini diharapkan dapat bermanfaat berupa data dan informasi dasar mengenai jenis konflik manusia dengan gajah di Desa Lesten sebagai acuan untuk pengurangan konflik gajah dengan manusia dan pemerintah atau LSM dapat mengatasi terjadinya konflik manusia dengan gajah di Desa Lesten Kecamatan Pining. Penelitian ini dilaksanakan pada 27 Februari 06 Oktober 2021. Metode deskriptif yang diperoleh melalui wawancara terhadap masyarakat yang terlibat dengan konflik gajah. Kasus konflik manusia dengan gajah tersebar di Desa Lesten sepanjang tahun 2021 berjumlah 7 (tujuh) titik koflik ditemukan merupakan data primer yang diperoleh melalui survei langsung dilapangan dengan luas wilayah penelitian 4,070 ha.

Distribution Of Elephant Conflicts In The Lesten Forest Area

Abstack. Lesten village is one of the area where the population of sumatran elephans (Elephas maximus sumatranus) often experiences human-elephant conflicts that occur throughout the year. This study aims to map human-elephant conflicts in a lesten forest area. This result is expected to be useful in the from of basic data and information regarding the types of human-elephant conflict in Lesten Village as a reference for reucing elephant-human conflict and the govermen or LSM can overcome human-elephant conflict in Lesten Village, Pining District, this research was conducted on 27 Februari 06 October 2021. The descriptive method wa abtained throgh interviews with the people involved in the elephsn conflict. Cases of human conflict with elephants scattered in Lesten Village throughout 2021 totaling 7 (seven) points of conflict were found to be primary data obtained through direct field surveys with an area of 4,070 ha.


Keywords


Gajah;konflik;masyarakat;Elephants;conflicts;society

Full Text:

PDF

References


Harahap, W. H., Patana, P. & Afifuddin, 2013. The Mitigation of Wildlife-Communities Conflick (Case Study of Timbang Lawan and Timbang Jaya Village, Bahorok sub-District, Langkat Regency). Peronema Forestry Science Journal, 2(3), pp. 1-10.

Rianti, A. & Garsetiasih, R., 2017. Persepsi masyarakat terhadap gangguan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Kabupaten Ogan Komering llir. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14(2), pp. 83-99.

Salsabila, A., Gunardi, D. W., and Arief, D., 2017. Studi Perilaku Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas. Jurnal Scripta Biologica 4(4), pp 229-233. DOI: 10.20884/1.sb.2017.4.4.640

Shaffer, L. J., Kapil, K. K., Jamon, V. D. H., and Naithani, J., 2019. Human-Elephant Conflict: A Review of Current Management Strategies and Future Direction. Frontiers 6: pp. 1-12.

Zong, J., Liu, S., Wang, L., and Guo, X., 2014. Population Size and Distribution Changes of Asian Elephant Manglazi Nature Reserve, Xishuangbanna Nature Reserve. Journal Forest Inventory and Planning 39(1), pp 89-93




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i1.18842

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id