Analisis Konversi Lahan Gambut di Ekosistem Rawa Tripa

Septyan Arief, Muhammad Rusdi, Hairul Basri

Abstract


Abstrak. Rawa Tripa adalah kawasan ekosistem gambut terbesar di Provinsi Aceh dengan luas sekitar 61.803 ha. area ekosistem gambut di Rawa Tripa tengah terancam akibat terjadinya konversi hutan. Data keberadaaan dan luasan lahan gambut harus diperbaharui secara berkala. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8. Hasil analisis citra didapatkan terjadi perubahan tutupan lahan pada periode waktu 2014 - 2020. Hutan rawa yang pada tahun 2014 seluas 11.303,01 ha menjadi 4.998,51 atau mengalami penurunan sebesar 44,2%. Perkebunan pada tahun 2014 seluas perkebunan seluas 22.218,57 menjadi 40.300,02 pada tahun 2020 atau mengalami pertambahan sebesar 56,53%. Pertambahan luas bangunan pemukiman sebesar 3.5055,18 ha. Pertambahan lahan sawah seluas 2.516,04 ha. Selain itu, tutupan lahan hasil analisis dan interpretasi citra berupa tutupan lahan alami berupa sungai, rawa dan semak belukar. Nilai uji akurasi terendah didapatkan pada tahun 2014 yaitu sebesar 85,15% dan yang tertinggi didapatkan pada tahun 2020 yakni sebesar 98.01 %. Pada tahun 2020 tutupan lahan terbesar adalah perkebunan dan yang terkecil adalah rawa.

Abstract. Rawa Tripa is the largest peat ecosystem area in Aceh Province with an area of about 61,803 ha. The peat ecosystem area in Rawa Tripa is under threat due to forest conversion. Data on the existence and area of peatlands must be updated regularly. One way that can be done is by utilizing Landsat 8 satellite imagery. The results of image analysis showed that there was a change in land cover in the period 2014 - 2020. Swamp forest which in 2014 was 11,303.01 ha became 4,998.51 or decreased by 44, 2%. The plantations in 2014 covered an area of 22,218.57 to 40,300.02 in 2020 or an increase of 56.53%. The increase in the area of residential buildings is 3,5055.18 ha. The additional paddy field area is 2,516.04 ha. In addition, the land cover resulting from image analysis and interpretation is in the form of natural land cover in the form of rivers, swamps and shrubs.). The lowest accuracy test value was obtained in 2014 which was 85.15% and the highest was obtained in 2020, which was 98.01%. In 2020 the largest land cover will be plantations and the smallest will be swamps.


Keywords


konversi lahan, Rawa Tripa, Lahan gambut;Land convertion, Tripa Swamp,

Full Text:

PDF

References


Basri, H., Sufardi, Sugianto, S. A. Ali, dan Khairullah. 2015. How to restore the tropical peat swamp forest in Aceh Province, Indonesia. Proceeding of The 5th Annual International Conference (AIC) Unsyiah. Banda Aceh 1-6 p.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2019. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 2019. Pusat Data dan Informasi Sekertariat Jendral Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta

Monalisa. 2014. Peluang dan tantangan gerakan penyelamatan Rawa Tripa berbasis komunitas di Provinsi Aceh. J. Agrisep. 15(1): 25-30.

Sufardi, Manfarizah dan Khairullah. 2016. Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Perkebunan Kelapa Sawit di Area Hutan Rawa Gambut Tripa Provinsi Aceh: Kendala dan Solusi. Jurnal Pertanian Topik. (30): 267-277.

USGS. 2016. What are the band designations for the Landsat Satelites?. https://www.usgs. gov/faqs/ what-areband-designations-Landsat-satelites?/. Diakses: 20 Februari 2021.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v7i1.18400

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id