Pengaruh Penggunaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Perubahan Sifat Kimia Ultisol dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)

Hasbi Hasbi, Zainabun Zainabun, Yadi Jufri

Abstract


Abstrak.Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak nabati yang sangat penting. Produksi minyak kelapa sawit perhektar merupakan produksi paling tinggi dibandingkan denganseluruh tanaman penghasil minyak nabati lainnya.Perindustrian di bidang kelapa sawit banyak mengeluarkan serat dan residu hasil pengolahan seperti limbah cair dan limbah padat. Limbah cair yang dihasilkan berupa Palm oil mill Effluent (POME) air buangan kondensat (8-12%) dan air hasil pengolahan (13-23%). Dalam1 ton hasil kelapa sawit dapa tmengeluarkan limbah yang tidak bisa di pakai atau beracun mencapai 600-700 kg limbah cair. Meningkatnya kualitas tanah dan sifat-sifat Ultisol seperti sifat fisik, biologi dan kimia tanah memerlukan suatu pengelolaan tanah dengan memberikan bahan organic seperti limbah cair kelapa sawit (sludge) yang tepat dan efisien sehingga dapat meningkatkan produktifitas tanah, karena bahan organic  yang terkandung dalam limbah cair pabrik kelapa sawit baik untuk sifat kimia tanah dan dapat dipergunakan sebagai pengganti pupuk kimia untuk pupuk bibit kelapa sawit. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dan didapatkan bahwa Pemberian limbah cair kelapa sawit dapat mempengaruhi sifat kimia tanah Ultisol dengan adanya peningkatan beberapa parameter kimia tanah baik dari pH dari 4,94 menjadi 5,26  setelah pemberian limbah cair kelapa sawit dengan pemberian 2400 ml per polibag (L4) dan Adapun parameter lainnya.

Effect of Palm Oil Mill Liquid Waste Use on Changes in Chemical Properties of Ultisols and Growth of Oil Palm Seeds (Elaeis guineensis Jacq)

Abstract. Oil palm (Elaeisguineensis Jacq.) is one of the most important vegetable oil-producing plants. Palm oil production per hectare is the highest production compared to all other vegetable oil producing plants. The industry in the palm oil sector emits a lot of fiber and residues from processing such as liquid waste and solid waste. The liquid waste produced is in the form of Palm oil mill Effluent (POME), condensate waste water (8-12%) and treated water (13-23%). In 1 ton of palm oil products can produce waste that can not be used or toxic up to 600-700 kg of liquid waste. Improving soil quality and Ultisol properties such as soil physical, biological and chemical properties requires a soil management by providing appropriate and efficient organic matter such as palm oil waste (sludge) so as to increase soil productivity, because of the organic matter contained in liquid waste. Palm oil mills are good for the chemical properties of the soil and can be used as a substitute for chemical fertilizers for fertilizers for oil palm seeds. In this study using a quantitative research approach and it was found that the application of palm oil effluent can affect the chemical properties of Ultisol soil with an increase in several soil chemical parameters, both from pH from 4.94 to 5.26 after administration of palm oil effluent by giving 2400 ml per polybag (L4) and other parameters.



Keywords


Kelapa Sawit; Tanah Ultisol; Sifat Kimia; Oil Palm; Ultisols

Full Text:

PDF

References


Anief, Ma., 2000, Limbah cair kelapa sawit, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, Departemen Pertanian. 2006. Program Bio Energi Pedesaan : Biogas Skala RumahTangga. Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan), 2018. Badan Pusat Statistik. Jakarta.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 1995. Petunjuk Teknis Budidaya Teh. Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta. 65 hal.

Djajadiningrat dan Famiola. 2004. Kawasan Industri Berawawasan Lingkungan.Bandung Penerbit Rekayasa Sains

Dradjat, B.2008. Prospek Kebun Sawit Masih Cerah. Lembaga Riset Perkebunan Indonesia. Jakarta.

Febriana, R. 2009. Pengelolan pemupukan tanaman sawit di perkebunan PT. Sari Loka I (PT Astra Agro Lestari, Tbk), kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. [Skripsi].Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 110 hlm.

Harahap, O, A. 2010. Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Dan KonsentratLimbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Untuk Memperbaiki Sifat Kimia Media Tanam Sub Soil Ultisol Dan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Hartawan, 2006. Pembibitan Kelapa Sawit. PT Rineka Cipta, Jakarta

Irvan, H., H. Agusta, dan S. Yahya. 2009. Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit (Elaeis guiennensis Jacq) di Sungai Pinang Estate, PT Bina Sains Cemerlang, Minamas Plantation, Sime Darby Group Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan. Makalah seminar. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian. IPB. Bogor.

Khaswarina, S. 2011. Jurnal Natur Indonesia Keragaman Bibit Kelapa Sawit Terhadap Pemberian Berbagai Kombinasi Pupuk di Pembibitan Utama. Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara.

Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, 2013. Market Brief Kelapa Sawit dan Olahannya. ITPC Hamburg. Hamburg. Diakses dari http://djpen.kemendag.go.id pada tanggal 19 Mei 2014.

Leszczynska, D. dan Malina, J.K. 2011. Effect of organic matter from various sources on yield and quality of plant on soils contaminated with heavy metals. J. Ecol. Chem. Engineering 18:501-507.

Loebis, B. dan Tobing, P.L. 1989. Hasil Sigi Pengendalian Air Limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit. Seminar Nasional Pengendalian Limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit dan Karet. Medan.

Mangoensoekarjo, S. 2007. Manajemen Tanah dan Pemupukan Budidaya Perkebunan. Gadjah Mada Universuty Press. Yogyakarta.

Maas, A. 1997. Pengelolaan Lahan Gambut Yang Berkelanjutan Dan Berwawasan Lingkungan. Jurnal Alami 2(1):12-16.

Musnawar, E. I. 2006. Pupuk Organik Cair dan Padat: Pembuatan dan Aplikasi. Penebar Swadaya.Jakarta

Nasution, A. 2009. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Untuk Perbaikan Status Beberapa Hara Makro Ultisol dan Hasil Kedelai. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

Naibaho, P.M., 1999, Aplikasi Biologi dalam Pembangunan Industri Berwawasan Lingkungan, Jurnal Visi 7.

Nursanti, I. dan Meilin, A. 2011.Respon bibit kelapa sawit terhadap pemberian limbah cair pengolahan kelapa sawit (LCPKS) sebagai pupuk organik di pembibitan awal. Jurnal Ilmiah Batang Hari Jambi, volume 11: 70-74.

Nyakpa, M. Y., A.M. Lubis., M.A. Pulung., A.G. Amrah., A. Munawar., G.B. Hong., dan N. Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Unila, Lampung

Pahan, I. 2008. Panduan Lengkap Kelapa Sawit: Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pasaribu T, Sinurat A.P, Purwadaria, Supriyati, j. Rosida, dan Helmi Hamid. 2011. Peningkatan Nilai Gizi Lumpur Sawit Melalui Proses Fermentasi : Pengaruh Jenis Kapang, Suhu, dan Lama Proses Enzimatis. Balai Penelitian Ternak. Bogor.

Rachman, E., L. Maria dan T. Yomi. 2008. Perbanyakan Tanaman Secara Vegetatif. Makalah Dasar-Dasar Agronomi. Program Studi Agribisnis. Universitas Jambi. Jambi.

Rosneti, H. 2009. Pengaruh Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan Bokashi Terhadap Tanaman Jagung Sayur (Zea mays Linn). Tesis Magister Pertanian Program Pascasarjana Universitas Islam Riau, Pekanbaru.

Setyamidjaja, Dj. 2006. Seri Budidaya Kelapa Sawit, Teknik Budi Daya, Panen, Pengolahan. Yogyakarta.

Siregar, F.A. dan Liwang, T. 2001. Aplikasi Limbah cair. Jakarta.

Sholeh, K. 2016. Pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dan NPK Tablet Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Tanah Gambut Pada Pembibitan Utama. Fakultas Pertanian Universitas Riau. Riau.

Subagyo H.N., Suharta dan A.B. Siswanto. 2004. Tanah-Tanah Pertanian di Indonesia dalam SumberDaya Lahan Indonesiadan Pengolahannya.Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Bogor.

Subandi. 2007. Teknologi Produksi dan Strategi Pengembangn Kedelai pada Lahan Kering Masam. Iptek Tanaman Pangan. Vol 2, No.1.

Sudaryono. 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol Pada Lahan Pertambangan Batubara Sangatta, Kalimantan Timur. J. Tek. Ling 10 (3).

Sunarko. 2007. Budi Daya dan Pengolahan Kebun Kelapa Sawit dengan Sistem Kemitraan. Jakarta.

Sutarta E.S., Tobing P.L, Winarna dan Sufianto. 2003. Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit. Makalah pada Pertemuan Teknis Kelapa Sawit pada Perkebunan Kelapa Sawit. Medan. 13-14 Juni 2003.

Tan, K. H. 2007. Principles of Soil Chemistry Fourth Edition. CRC Press Tailor and Francis Group. Boca Raton. London. New York. 362 hal.

Wahyuaskari. 2005. Tanah Ultisol. Diaskses tanggal 19.09.2016. Pukul 13.30.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.18282

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id