Nilai Ekonomi Langsung Sumber Daya Hutan Mangrove, Kota Langsa. Provinsi Aceh

Auliana Putri Batubara, Dahlan Dahlan, Tuti Arlita

Abstract


Abstrak. Salah satu hutan mengrove yang dinilai memiliki potensi di Indonesia terdapat di Kota Langsa. Nilai ekonomi langsung yang ada pada potensi hutan mangrove dinilai memberi  kontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat. Berdasarkan analisis pada data diperoleh hasil nilai ekonomi potensi ekowisata mangrove sebesar Rp.2.086.491.174./tahun. adapun hasil uji t berdasarkan data hasil wawancara kepada responden di ekowisata Island diperoleh bahwa pada variabel fasilitas diperoleh Ho ditolak dan H1 diterima, pada variabel kondisi ekowisata dan jarak menunjukan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak, . Pada ekowisata mangrove Kuala Langsa diperoleh hasil uji t pada variabel fasilitas dan jarak tempat tinggal Ho ditolak dan H1 diterima, kondisi ekowisata menunjukan bahwa Ho diterima dan H1 ditolak. Pada potensi perikanan diperoleh nilai ekonomi sebesar  Rp.603.305.000./tahun, potensi daun nipah diperoleh nilai Rp.75.900.000/tahun dan kayu mangrove diperoleh nilai ekonomi, Rp.358.750.000/tahun. Total nilai ekonomi sumber daya hutan mangrove Kota Langsa diperoleh nilai sebesar Rp.3.124.446.174./tahun.

Direct Economic Value Resources Mangrove Forest, Langsa City. Aceh Province

One of the mangrove forests that is considered to have potential in Indonesia is in Langsa City. The direct economic value that exists in the potential of mangrove forests is considered to make a major contribution to the community's economy. Based on the analysis of the data, the results of the economic value of mangrove ecotourism potential are Rp. 2.086.491.174./year. As for the results of the t-test based on data from interviews with respondents on ecotourism Island, it was found that in the facility variable, Ho was rejected and H1 was accepted, in the ecotourism condition variable and distance showed that Ho was accepted and H1 was rejected. In the Kuala Langsa mangrove ecotourism, the results of the t-test on the facility and distance variables of residence were Ho rejected and H1 accepted, ecotourism conditions showed that Ho was accepted and H1 was rejected. The economic value of fishery potential is Rp.603,305,000./year, the potential value of nipa palm leaves is Rp.75,900,000/year and the economic value of mangrove wood is Rp.358,750,000/year. The total economic value of Langsa City's mangrove forest resources is Rp. 3,124,446,174./year.


Keywords


Nilai Ekonomi Langsung, Sumber Daya, Hutan Mangrove, Kota Langsa ; Direct Economic Value, Resources, Mangrove Forest, Langsa City

Full Text:

PDF

References


Adrianto, L. 2004. Modul Pengenalan Konsep Dan Metodologi Valuasi Ekonomi Sumber daya Pesisir Dan Laut. IPB Bogor.

Alam, S. Supartman, dan Alif, M. 2009. Ekonomi Sumber daya Hutan. Buku Ajar. Laboratorium Kebijakan Dan Kewirausahaan Kehutanan. Universitas Hasanuddin.

Agus Putra A. Samad1, Baihaqi2, Cut Mulyani3. 2020. Sudi Dampak Pengembangan Pariwisata Terhadap Perkembangan Sosial Ekonomi Masyarakat Di Sekitar Destinasi Wisata.

Ana, C. 2015. 12 Manfaat Hutan Mangrove Bagi Kehidupan Manusia.

Andika Putriningtias. 2019. Keanekaragaman Jenis Kepiting Di Ekosistem Hutan Mangrove Kuala Langsa Kota Langsa, Aceh. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra.

Anonim. 2009. Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL).

Arikunto, S. 2006. Metode Penelitian Kualitatif, Jakarta: Bumi Aksara.

Asriayani Dewi. 2016. Analisis Nilai Ekonomi Objek Wisata Pemandian Air Panas Galunggung Kabupaten Tasikmalaya Pendekatan Travel Cost Method. Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi. Universitas Pasundan.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2020. Luasan Tutupan Lahan Hutan Indonesia Dalam Ribu Hektar.

Badan Pusat Statistik Kota Langsa. 2019. Kota Langsa Dalam Angka.

Bengen, D.G.2000. Ekosistem dan sumber daya alam pesisir. Pusat Sumber Daya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Bishop, S.A., Klein, T., Martinez Arias, Couso, J.P. 1999. Composite signaling from Serrate and establishes leg segments in Drosophila through Notch. Development 126 (13).

Bulanin, U., Eni K., dan Suardi, ML. 2009. Rehabilitasi ekosistem mangrove dan silvofisheries rangkaian antisipasi kemiskinan (Kasus Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat). Jurnal Mitra Bahari, 3(2), 69-77.

Cut Gustiana1, Abdurrachman2 dan Muhammad Adri2. 2018. Analisis Penghasilan Nelayan Pencari Kerang Tiram di Desa Kuala Langsa Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa. Jurnal Penelitian Vol.5 No.2.

Dahuri, R. 1996. Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita. Jakarta.

Davis, L.S. and Jhonson K.N. 1987. Forest Management. Third Edition. McGraw-Hill Book Company. New York.

Departemen Ekonomi Sumber daya Dan Lingkungan. 2012. Travel Cost Method (TCM).

Direktorat Jendral Kelautan, Pesisir, dan Pulau- Pulau Kecil Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP). 2009. Modul Pelatihan dan Pengelolaan Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil Secara Terpadu.

[DKPP Kota Langsa] Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian Kota Langsa. 2013. Sebaran Realisasi Kegiatan Bidang Kehutanan. Langsa (ID): DKKP Kota Langsa.

Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan UNPAD. 2020.

Ferra Ermayanti. 2012. Valuasi Ekonomi Objek Wisata Ndayu Park Dengan Metode Biaya Perjalanan Dan Metode Valuasi Kontingensi. Fakultas Ekonomi. Universitas Sebelas Maret.

Gozali, Imam. 2018. Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS.25. Badan Penerbit. Universitas Diponegoro. Semarang

Gunarto. 2004. Konservasi Mangrove Sebagai Pendukung Sumber Hayati Perikanan Pantai. Jurnal Litbang Pertanian Vol. 23 No.1. Balai Riset Perikanan Budidaya Air Payau. Sulawesi Selatan.

Ibnu Aprilyanto. 2014. Prinsip Ekonomi Dalam Bidang Usaha Perikanan. Universitas Brawijaya.

Ikhballudin Arif. 2017. Hubungan Tingkat Pendidikan Dan Usia Dengan Persepsi Tingkat Daya Tarik, Kelengkapan Fasilitas, Kemudahan Aksesbilitas dan Tingkat Kepuasan Wisatawan. Fakultas Ekonomi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Indriaty, syafrizal. 2017. Pengetahuan Dan Peran Masyarakat Pesisie Dalam Menjaga Kelestarian Hutan Anggrove Di Desa Kuala Langsa. Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Samudra.

Iswahyudi, Cecep Kusmanab, Aceng Hidayatc, Bambang Pramudya Noorachmatd. 2019. Lingkungan Biofisik Hutan Mangrove di Kota Langsa, Aceh.Environment Biophysical of Mangrove Forest in Langsa City, Aceh.Kustanti, A. 2011. Manajemen Hutan Mangrove. Buku. IPB Press. Bogor. 284 p.

Littik, S.A.M,. 2009. Peran Mitra Bahari dalam implementasi Hak Pengusaha Perairan Pasisir (HP3). Jurnal Mitra Bahari. 3(2), 78-84.

[LPP Mangrove] Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove. 2008. Ekosistem

Mangrove Indonesia.

Mantra IB. 2004. Demografi Umum. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Masithah, D. Ashing Kustanti, dan Rudi H. 2016. Nilai Ekonomi Komoditi Hutan Mangrove Di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Universitas Lampung.

Nazaiyus. 2017. Potensi Besar Hutan Mangrove di Desa Kurau Barat dan Timur.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.17602

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id