Pengaruh Ukuran Partikel Biochar Bambu Terhadap Sifat Fisika Tanah, Kadar Hara N, P, K dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Selama Dua Musim Tanam (Jagung - Kedelai)

Putri Fadilah, Manfarizah Manfarizah, Darusman Darusman

Abstract


Abstrak. Bambu merupakan salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk memproduksi arang aktif karena mempunyai daya adsorbsi dan kapasitas tukar kation yang tinggi. Biochar dengan ukuran partikel yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda terhadap tanah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan empat perlakuan ukuran partikel biochar yang diulang sebanyak tiga kali sehingga menghasilkan 12 satuan plot percobaan dengan dosis biochar sebanyak 15 ton ha-1. Perlakuannya yaitu P0: Kontrol, P1: Biochar berukuran 5.00 - 2.00 mm, P2: Biochar berukuran 2.00 - 1.00 mm, P3: Biochar berukuran 1.00 - 0.5 mm.Tiga parameter yang diteliti dalam penelitian ini yaitu parameter sifat fisika tanah meliputi Berat volume tanah, Porositas, Permeabilitas, Kapasitas menyimpan air (WHC), Daya hantar listrik (DHL), dan pH tanah (H2O); parameter kadar hara tanah meliputi N-total, P-total, dan K-total; dan parameter produksi meliputi polong berisi, polong hampa, total polong, berat biji kering, berat 100 biji dan produksi tanaman kedelai ton ha-1. Penelitian ini dilaksanakan pada kebun percobaan ACIAR Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak bulan Juli sampai November 2020, analisis tanah dan kadar hara dilaksanakan di Laboratorium Fisika Tanah dan Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa kadar hara N-total dan berat 100 biji berpengaruh sangat nyata pada taraf 1%. Ukuran biochar bambu yang baik secara keseluruhan dalam memperbaiki sifat fisika tanah, kadar hara tanaman, dan produksi tanaman kedelai adalah biochar yang berukuran 1.00 – 0.5 mm (P3).

Influence of Different Sizes of Bamboo Biochar on Soil Physical Properties, Nutrient Uptace N, P, K and Soybean Crop Yield During Two Growing Season (Corn -Soybean)

Abstract. Bamboo is one of the raw materials that can be used to produce activated biochar because it has high adsorption and cation exchange capacity. Biochar with different particle sizes has different effects on the soil. This study used a non-factorial randomized block design (RBD) with four treatments of biochar size which were repeated three times so as to produce 12 experimental plot units with a biochar dose of 15 tons ha-1. the treatments were P0: Control, P1: Biochar measuring 5.00 - 2.00 mm, P2: Biochar measuring 2.00 - 1.00 mm, P3: Biochar measuring 1.00 - 0.5 mm. Three parameters studied in this study were of soil physical properties including Bulk density, Porosity, Permeability, Water holding capacity (WHC), Electrical conductivity (DHL), and soil pH (H2O); soil nutrient content parameters include N-total, P-total, and K-total; and production parameters include filled pods, empty pods, total pods, dry seed weight, weight of 100 seeds and soybean crop production ton ha-1. This research was carried out at the ACIAR experimental garden, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University from July to November 2020, soil analysis and nutrient content were carried at the Soil Physics Laboratory and Soil and Plant Research Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University. The results of this study showed that the total N-nutrient content and weight of 100 seeds had a very significant effect at the 1% level. The overall good size of bamboo biochar in improving soil physical properties, plant nutrient content, and soybean production is biochar measuring 1.00 – 0.5 mm (P3).


Keywords


Biochar Bambu; Sifat Fisika; Produksi Kedelai;Bamboo Biochar; Physical Properties; Soybean Production

Full Text:

PDF

References


Ansori. 2000. Pengaruh bahan organik pada sifat biologi tanah. http://www.google.com/ pengaruh+bahan+organik+terhadap+phtanah. Diakses tanggal: 6 Desember 2020.

Aziz, A., B.A. Bakar dan Chairunas. 2015. Pengaruh penggunaan biochar terhadap efisiensi pemupukan kedelai di lahan sawah Kabupaten Aceh Timur. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Aceh.

Gani, A. 2009. Potensi arang hayati biochar sebagai komponen perbaikan produktivitas lahan pertanian. Iptek Tanaman Pangan. 4(1): 33-48.

Hardiansyah, G. 2012. Analisis pertumbuhan tanaman meranti pada sistem tebang pilih tanam jalur (TPTJ). Vokasi. 8(3): 165-171.

Haryadi, A. 2016. Pengaruh residu biochar terhadap pertumbuhan dan serapan N dan K tanaman kedelai (Glycine max L.) pada topsoil dan subsoil tanah Ultisol. Skipsi. Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Lampung.

Hipi, A., N. Herawati., Y. Sulistyawati dan Sudarto. 2015. Karakteristik Agronomis dan Produktivitas Tujuh Varietas Unggul Kedelai Di Lahan Kering Beriklim Kering. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB, Nusa Tenggara Barat.

Hua, L., W. Wu., Y. Liu., M.B. Mcbride dan Y. Chen. 2009. Reduction of Nitrogen loss and Cu and Zn mobility during sludge composting with the bamboo charcoal amendment. Environment science and pollution research. 16(1): 1-9.

Lee, J.F., B. Hawkins., X. Li dan D.M. Day. 2013. Biochar Fertilizer for Soil Amendment and Carbon Sequestration. Springer, New York.

Lehmann, J. 2007. Bioenergy in the black. Frontiers in Ecology and the Environment. 5(7): 381-387.

Malian, A dan Husni. 2004. Kebijakan Perdagangan Internasional Komoditas Pertanian Di Indonesia. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Bogor.

Masulili, A., W.H. Utomo dan Syechfani. 2010. The characteristics of rice husk biochar and its influence on the properties of acid sulfate soils and rice grown in West Kalimantan Indonesia. Journal of Agricultural Science. 2(1): 39-47.

Mauli, R.L. 2008. Kajian Sifat Fisika dan Kimia Tanah Akibat Sistem Rotasi Penggunaan Lahan Tembakau Deli. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Nisa, K. 2010. Pengaruh pemupukan NPK dan biochar terhadap sifat kimia tanah, serapan hara dan hasil tanaman padi sawah. Thesis. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Nurhayati, T. 2000. Percobaan Pembuatan Arang Aktif dari Bambu. Penelitian Bambu Indonesia, Jakarta.

Nurida, N.L dan A. Rachman. 2012. Alternatif Pemulihan Lahan Kering Masam Terdegradasi dengan Formula Pembenah Tanah Biochar Di Typic Hapludults Lampung. Balai Penelitian Tanah, Lampung.

Nurlisan, A. Rasyad dan S. Yoseva. 2014. Pengaruh pemberian pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merril). Jurnal Online Mahasiswa. 1(1): 1-9.

Paul, E.A. 2007. Soil Microbiology, Ecology and Biochemistry. Elsevier, Amsterdam.

Rhoades, J.D., F. Canduvi dan S. Lesch. 1999. Soil Salinity Assement: Method and Interpretation of Electrical Conductivity Measurement. FAO United Nations, USA.

Santi, L.P dan D.H. Goenadi. 2010. Pemanfaatan biochar sebagai pembawa mikroba untuk pemantapan agregat tanah Ultisol dari taman Bogo-Lampung. Menara Perkebunan. 78(2): 55-63.

Shenbagavalli, S dan Mahimairaja. 2012. Characterization and effect of biochar on nitrogen and carbon dynamics in soil. International Journal of Advanced Biological Research. 2(2): 249-255.

Soeprapto, H.S. 2002. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya, Jakarta.

Tang, J., W. Zhu., R.Kookana dan A. Katayama. 2013. Characteristics of biochar and its application in remediation of contaminated soil. Journal of Bioscience and Bioengineering. 116(6): 653-659.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i3.17590

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@usk.ac.id