KONSEP DIRI REMAJA PENYANDANG DISABILITAS

Ezi Emira, Hasmila Sari

Abstract


Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Namun, diluar sana banyak remaja yang kurang beruntung atau mengalami disabilitas sehingga tidak dapat merasakan hal yang sama dengan remaja normal lainnya. Tentunya dengan segala kekurangan yang mereka miliki akan mempengaruhi konsep diri mereka. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran konsep diri pada remaja penyandang disabilitas di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif naratif. Populasinya adalah seluruh siswa remaja penyandang disabilitas di SMPLB dan SMALB (YPPC) dan Yayasan (BUKESRA). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini purposive sampling sebanyak 69 responden. Penelitian dilakukan pada tanggal 05-07 Mei 2018. Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang telah dimodifikasi dari teori Stuart dalam bentuk dikotomi dengan 27 pernyataan. Hasil penelitian didapatkan dari 69 responden, sebanyak 59,4% memiliki konsep diri positif. Hasil olah data penelitian diperoleh bahwa semua variabel konsep diri berada pada kategori positif, diantaranya citra tubuh (69,6%), ideal diri (59,4%), harga diri (52,2%), peran diri (52,2) dan identitas diri (60,9%). Disarankan kepada pihak sekolah untuk tetap mempertahankan konsep diri siswa yang positif dan terus memberikan dukungan sosial pada siswa dengan konsep diri negatif.


Full Text:

PDF

References


Adeline, Handayani, P. & Irwanto. (2015). Hubungan Konsep Diri dan Efikasi Karir Pada Remaja Akhir Laki-Laki Penyandang Disabilitas. Indonesian Journal of Disability Studies. 2(1), 21-29.

Aini, W. (2011). Aspek Psikososial Remaja Dengan Disabilitas Fisik Motorik Tubuh. Skripsi. Riau. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Effendi, M. (2006). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.

Haq, A. W. I. (2014). Konsep Diri Penyandang Tunaganda (Studi Kasus Di Slb Yapenas Sleman). Skripsi. Yogyakarta. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Alih bahasa: Istiwidayati & Soedjarwo (Ed.5). Jakarta: Erlangga.

International Labour Office. (2006). Kaidah ILO tentang Pengelolaan Penyandang Cacat di Tempat Kerja. Jakarta: ILO Publication.

Karuniasih, N. N. M. P., Nugroho, W. B. & Kamajaya, G. (2017). Tinjauan Fenomenologi Atas Stigmatisasi Sosial Penyandang Disabilitas Tunarungu. Jurnal Ilmiah Sosiologi. 1(1) 2017.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Situasi Penyandang Disabilitas. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kusuma, Y. D. (2005). Hubungan Antara Dukungan Sosial dan Kepercayaan Diri dengan Kecenderungan Fobia Sosial pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh. Skripsi. Surakarta. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Maria, F. A, Kusuma, F. H. D. & Rahayu, H. W. (2017). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Harga Diri Pada Remaja Penderita Tunadaksa Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Nursing News. 2(3), 544-553.

Narimani, M. & Mousazadeh, T. (2010). Comparing Self-Esteem and Self-Concept Of Handicapped and Normal Students. Journal Procedia – Social and Behavioral Sciences. 2(2), 1554-1557.

Nida, F. L. K. (2014). Membangun Konsep Diri Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. Thufula Journal of Kindergarten Teacher. 2(1), 45-64.

Pardede, Y. O. K. (2008). Konsep Diri Anak Jalanan Usia Remaja. Jurnal Elektronik Universitas Gunadarma. 2(1), 146-151.

Pijl, S.J. & Frostad, P. (2010). Peer Acceptance and Self-Concept Of Students With Disabilities In Regular Education. European Journal Of Special Needs Education. 25(1), 93-105.

Popovici, D. V. & Belciu, C. B. (2013). Self-Concept Pattern in Adolescent Students with Intellectual Disability. Journal Procedia – Social and Behavioral Sciences. 78(2013), 516-520.

Santrock, J. W. (2003). Adolescence. Perkembangan Remaja. (Ed.6). Jakarta: Erlangga.

Sari, N. (2014). Konsep Diri Penyandang Cacat Fisik: Studi Kasus Pada Mahasiswa Universitas Bengkulu. Skripsi. Bengkulu. Universitas Bengkulu.

Scarpa, S. (2011). Physical Self-Concept and Self-Esteem In Adolescents and Young Adults With and Without Physical Disability: The Role Of Sports Participation. European Journal of Adapted Physical Activity. 4(1), 38-53.

Shukla. S. & Agarwal, S. (2016). Relationship Between Body Image and Self-Esteem Of An Adolescent Having Disability. International journal Of Home Science. 2(3), 402-403.

Stuart, G.W. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart. Jakarta: Elsevier.

Susilawati, D & Aminah, A. N. (2016). Indonesia miliki 12% Penyandang Disabilitas. Republika. co. id, from http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/16/oi9ruf384-indonesia miliki-12-persen-penyandang-disabilitas.

Tuttel, D & Tuttel, N. (2004). Self-esteem and Adjusting with Blindness. (Ed.3). Springfield IL: Charles C Thomas.

Wahyuni, W. & Marettih, A. K. E. (2012). Hubungan Citra Tubuh Dengan Identitas Diri Pada Remaja Dengan Disabilitas Fisik. Jurnal Psikologi. 8(1), 62-66.

Wei, X. & Marder, C. (2012). Self-Concept Development of Students With Disabilities: Disability Category, Gender, and Racial Differences From Early Elementary to High School. Remedial and Special Education. SAGE journals. 33(4), 247 –257.

WHO. (2016). Dissability and Health, from www.who.int/mediacenter/Factsheets/Fs352/en/.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@unsyiah.ac.id