PELAKSANAAN PELAYANAN ANTENATAL TERPADU

Masyithah Audina, Darmawati Darmawati

Abstract


Pelayanan antenatal terpadu merupakan suatu program yang menjembatani pertemuan antara ibu hamil dengan petugas kesehatan sehingga pelayanan ini seharusnya dapat dilaksanakan secara berkualitas dan sesuai dengan standar. Namun selama ini banyak ditemukan ibu hamil yang tidak menerima pelayanan antenatal seperti yang seharusnya diberikan (missed opportunity). Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pelayanan antenatal terpadu di Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Jenis penelitian adalah deskriptif naratif. Populasinya adalah seluruh ibu hamil yang mendatangi pelayanan antenatal terpadu di Puskesmas tersebut. Sampel adalah 102 orang dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 02-21 Mei 2018. Alat pengumpulan data berupa lembar kuesionerdalam bentuk dikotomi berjumlah 21 pertanyaan. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari total 102 responden, sebanyak 69.6%mendapatkan pelayanan antenatal secara terpadu dengan rincian sebanyak 70.6% mendapatkan pengukuran lingkar lengan atas secara terpadu; 82.4% mendapatkan pemeriksaan laboratorium secara terpadu; 64.7% mendapatkan komunikasi, informasi, edukasi efektif terpadu; dan 51% mendapatkan pemberian tablet tambah darah terpadu. Disarankan kepada penyedia pelayanan antenatal untuk dapat melaksanakan pelayanan antenatal secara terpadu sehingga masalah dalam kehamilan dapa dikehatui dan ditangani segera. 


Full Text:

PDF

References


Aborigo, R., Moyer, C., Gupta, M., Adongo, P., Williams, J., Hodgson, A., &Engmann, C. (2014). Obstetric danger signs and factors affecting health seeking behavior among the Kassena-Nankani of Northern Ghana: A qualitative study. African Journal of Reproductive Health, 18(3), 78–86.

Adam, I., Ahmed, S., Mahmoud, M. H., & Yassin, M. I. (2012). Comparison of HemoCue®hemoglobin-meter and automated hematology analyzer in measurement of hemoglobin levels in pregnant women at Khartoum Hospital, Sudan. Diagnostic Pathology, 7(1), 1–6.

Amatiria, G. (2016). Hubungan kualitas pelayanan Ante Natal Care (ANC) dengan kepuasan pasien. Jurnal Keperawatan, 12(1), 106–111.

Api, O., Breyman, C., Çetiner, M., Demir, C., & Ecder, T. (2015). Diagnosis and treatment of iron deficiency anemia during pregnancy and the postpartum period: Iron deficiency anemia working group consensus report. Journal of Turkish Society of Obstetric and Gynecology, 12(3), 173–181.

Chhabra, P. (2014). Maternal near miss: An indicator for maternal health and maternal care. Indian Journal of Community Medicine, 39(3), 132–137.

Departemen Kesehatan RI. (2007). Pedoman pelayanan antenatal. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Devkota, R., Khan, G. M., Alam, K., Sapkota, B., & Devkota, D. (2017). Impacts of counseling on knowledge, attitude and practice of medication use during pregnancy. BMC Pregnancy and Childbirth, 17(1), 1–8.

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar. (2016). Profil kesehatan Kabupaten Aceh Besar tahun 2015. Aceh: Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar.

Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. (2015). Profil kesehatan Provinsi Aceh 2015. Banda Aceh.

Ejigu, T., Woldie, M., & Kifle, Y. (2013). Quality of antenatal care services at public health facilities of Bahir-Dar special zone, Northwest Ethiopia. BMC Health Services Research, 13(1), 1-8.

Fakier, A., Petro, G., & Fawcus, S. (2017). Mid-upper arm circumference: A surrogate for body mass index in pregnant women. South African Medical Journal, 107(7), 606–610.

Franchini, M., Mengoli, C., & Lippi, G. (2016). Relationship between ABO blood group and pregnancy complications: a systematic literature analysis. Blood Transfusion, 14, 441–448.

Happinasari, O., & Eka Suryandari, A. (2015). Pengaruh kadar HB dan Lingkar Lengan Atas (LILA) pada ibu hamil trimester III terhadap berat badan lahir bayi di Puskesmas Wilayah Kabupaten Banyumas. Jurnal Ilmiah Kebidanan, 6(1), 116–122.

IAEG-SDGs. (2016). Final list of proposed sustainable development goal indicators. Dikutip dari https://sustainabledevelopment.un.org/

Ikeanyi, E. M., & Ibrahim, A. I. (2015). Does antenatal care attendance prevent anemia in pregnancy at term? Nigerian Journal of Clinical Practice, 18(3), 323–327.

Isbir, G. G., & Mete, S. (2016). The effect of counselling on nausea and vomiting in pregnancy in Turkey. Sexual and Reproductive Healthcare, 7, 38–45.

Joshi, C., Torvaldsen, S., Hodgson, R., & Hayen, A. (2014). Factors associated with the use and quality of antenatal care in Nepal: A population-based study using the demographic and health survey data. BMC Pregnancy and Childbirth, 14(1), 1–11.

Kemenkes RI. (2010). Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu. Jakarta: Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2013). Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2016). Profil kesehatan Indonesia 2015. Jakarta: Kementeri.an Kesehatan Republik Indonesia

Kumar, B. A., & Kaushik, M. (2013). Blood group and anemia : Exploring a new relationship. Journal of Public Health and Epidemiology, 5(1), 43–45.

Lesilolo, T. N., Engka, J., & Wungouw, H. (2016). Hubungan pemberian tablet besi dan antenatal care terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mangondouw Utara. Jurnal E-Biomedik, 4(1), 1-7.

Nogueira, L. D., & Oliveira, G. da S. (2017). Qualified prenatal care: The nurse’s tasks. Revista de Enfermagem E Atenção À Saúde, 6(1), 102–113.

Pickles, A. (2017). Fluid retention and weight gain during pregnancy. Dikutip dari https://www.healthymummy.com/fluid-retention-and-weight-gain-during-pregnancy/

Purwanti, S., & Maris, I. P. (2012). Perbandingan hasil pemeriksaan Hb ibu hamil menggunakan Hb Sahli dan Easy Touch GHb di BPS Sulis Desa Grinting Kabupaten Brebes tahun 2011. Jurnal Kesmasindo, 5(1), 65–74.

Ruwayda. (2016). Pelaksanaan standar pelayanan antenatal oleh bidan Di Puskesmas Kota Jambi. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 12(2), 91–97.

Schoorl, M., Schoorl, M., van der Gaag, D., & Bartels, P. C. M. (2012). Effects of iron supplementation on red blood cell hemoglobin content in pregnancy. Hematology Reports, 4(4), 91–94.

Setyobudihono, S., Istiqomah, E., & Adiningsih, S. (2016). Husband influences on pregnant women who following consumption iron supplementation program. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 222, 160–168.

Silverberg, D. S. (2012). Anemia. Croatia: InTech.

Solang, S., Lohoraung, A., & Purwandari, A. (2012). Hubungan Kepuasan Pelayanan Antenatal Care Dengan Frekuensi Kunjungan Ibu Hamil Di Puskesmas Kombos Kecamatan Singkil Kota Manado. Gizido, 4(1), 349–357.

Soni, M., Agrawal, S., Soni, P., & Mehra, H. (2013). Causes of maternal mortality: Our scenario. Journal of South Asian Federation of Obstetrics and Gynaecology, 5(3), 96–98.

Sumankuuro, J., Crockett, J., & Wang, S. (2017). Maternal health care initiatives: Causes of morbidities and mortalities in two Rural districts of Upper West Region, Ghana. PLoS ONE, 12(8), 1–20.

Triyani, S., & Purbowati, N. (2016). Kepatuhan konsumsi tablet Fe dalam mencegah anemia gizi besi pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Kecamatan Jakarta Pusat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 3(2), 215–229.

Zaif, R. M., Wijaya, M., & Hilmanto, D. (2016). Hubungan antara riwayat status gizi ibu masa kehamilan dengan pertumbuhan anak balita di Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung. Jurnal Sistem Kesehatan, 2(3), 156–163.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@unsyiah.ac.id