HUBUNGAN KECEMASAN DAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN ULKUS DIABETIK

darmawati darmawati, devi darliana

Abstract


Ulkus Diabetik merupakan jaringan nekrosis yang disebabkan oleh adanya emboli pembuluh darah besar arteri pada bagian tubuh sehingga suplai darah terhenti. Manifestasi klinis seperti sering kesemutan (asmiptomatus), nyeri kaki saat istirahat, sensasi rasa berkurang, kerusakan jaringan (nekrosis), penurunan denyut nadi arteri dorsalis pedis, tibialis dan poplitea, kaki menjadi atrofi, dingin, kuku menebal dan kulit kering. Kondisi ini menyebabkan timbulnya kecemasan dan depresi yang mempengaruhi persepsi pasienĀ  terhadap kualitas hidupnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan kecemasan dan depresi dengan kualitas hidup pada pasien Ulkus Diabetik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif, dengan desain cross sectional study. Populasinya seluruh pasien Ulkus Diabetik di Poliklinik Endokrin. Teknik pengambilan sampel nonprobability sampling serta menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 64 responden. Alat pengumpulan data berbentuk kuesioner yang diadopsi dari HADS (Hospital Anxiety and Depression Scale) dan WHOQOL-BREF. Analisa data dilakukan dengan univariat dan bivariat (uji statistik Chi-Square Test). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara kecemasan dan depresi dengan kualitas hidup pada pasien Ulkus Diabetik (p-value = 0,002). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu ada hubungan antara kecemasan dan depresi dengan kualitas hidup pada pasien Ulkus Diabetik. Saran bagi Poliklinik Endokrin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh agar dapat meningkatkan pelayanan psikososial pada pasien Ulkus Diabetik sehingga dapat mengurangi kecemasan dan depresi yang dirasakan pasien.


Full Text:

PDF

References


Egede L. & Ellis, C. (2010). Diabetus mellitus II and depression: Global perspectives.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168822710000471. Diakses pada tanggal 2 Desember 2017.

Ginanjar. (2014). Hubungan Tingkat Depresi Dengan Quality of Life (QOL) Pada Pasien Ulkus Diabetik di Poliklinik Perawatan Luka Rumah Sakit Duafa Bogor.http://eprints.undip.ac.id/18866/1/Rini_Tri_Hastuti.pdf. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016.

Lubis. (2009). Ilmu penyakit endokrin dan metabolik, buku ajar ilmu penyakit dalam. Jilid I. Jakarta: Balai penerbit FKUI.

Mazlina, et al. (2011). Medical surgical nursing: critical thinking for collaborative care (5th ed). St. Louis Missouri. Saunders Elsevier.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. (2008). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. http://www.perkeni.org/. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016.

Redekop,W. (2010). Health-Related Quality of Life and Treatment Satisfaction in Dutch Patients With Type 2 Diabetes. Diabetes journals. http://care.diabetesjournals.org/co ntent/25/3/458.short. Diakses pada tanggal 2 Desember 2017.

Safitri. (2013). Hubungan Antara Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Rumah Sakit Islam Surakarta.http://eprints.undip.ac.id/18866/1/Rini_Tri_Hastuti.pdf. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016.

Smeltzer, S. C., dan Bare, B. G. (2001). Terjemahan oleh Agung Waluyo dkk. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah Brunner dan Suddarth, Volume 2. Edisi 8. Jakarta: EGC.

Snider dan Hanft. (2009). Diabetus mellitus II and depression: Global perspectives. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0168822710000471. Diakses pada tanggal 2 Desember 2017.

World Health Organization (WHO). (1998). Adherence To Long-Term Therapies Evidence for Action.adherence@who.int. Diakses pada tanggal 2 Desember 2016.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@usk.ac.id