PELAKSANAAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS (HAIs) PERAWAT TERHADAP KEJADIAN PHLEBITIS: SUATU STUDI KASUS

Syifa Azhara Trifadhlina, Noraliyatun Jannah, Yullyzar Yullyzar

Abstract


Penyakit infeksi di fasilitas kesehatan yang disebut dengan Healthcare Associated Infections (HAIs). HAIs merupakan masalah keamanan pasien yang paling utama dengan morbiditas yang signifikan, kematian, rawat inap yang berkepanjangan, dan peningkatan biaya. Salah satu jenis HAIs yaitu phlebitis. Phlebitis didefenisikan sebagai inflamasi vena yang disebabkan oleh iritasi kimia maupun mekanik karena tidak dilaksanakannya pemasangan infus oleh perawat sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan rumah sakit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pencegahan dan pengendalian HAIs perawat terhadap kejadian phlebitis di ruang rawat inap RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini melibatkan 5 perawat pelaksana dengan menggunakan lembar checklist observasi yang berisi 18 pernyataan terkait pencegahan dan pengendalian phlebitis di rumah sakit. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian di ruang Raudhah 3 didapatkan bahwa sebanyak 5 (100)% perawat melakukan hand hygiene dan 3(60%) perawat melaksanakan preparasi kulit dengan kategori baik. Sedangkan sebanyak 3(60%) perawat melakukan dressing, perawatan catheter dan penggunaan alat yang tepat dengan kategori kurang baik. Edukasi atau pelatihan kepada perawat oleh petugas di rumah sakit perlu dilakukann untuk dapat meminimalisir risiko kejadian phlebitis yang dapat terjadi.


Full Text:

PDF

References


Ardani, N. S., Maria Suryani, M & Utomo, T. P. (2017). Pengaruh Penerapan Standard Precautions Terhadap Kejadian Phlebitis pada Pasien di Ruang Kenanga dan Flamboyan Rsud Dr. H. Soewondo Kendal. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan.6.

Azni, M., Rahmawati, F & Wiedyaningsih, C. (2021). Pengetahuan Perawat Mengenai Faktor Risiko Sediaan Intravena yang Berkaitan dengan Kejadian Flebitis. J Sains Farm Klin. 8(2).

Braga, L. M., Parreira, P. M , Arreguy-Sena, C., Carlos, D. M., Mónico, L. dos. S. M & Henriques, M. A. P. (2018). Incidence Rate and The Use of Flushing in The Prevention of Obstructions of The Peripheral Venous Catheter. Texto contexto - enferm. 27(4).

Demur, D. R. D. N. (2021). Lama pemasangan infus dengan kejadian flebitis pada pasien di ruangan cempaka I RSUD Dr. Adnaan WD. Jurnal Cakrawala Ilmiah. 1(4).

Ferreira, E., Pina, E., Uva, M. S & António, S. U. (2017). Risk factors for health care–associated infections: From better knowledge to better prevention. American Journal of Infection Control. ELSEVIER: e103-e107.

Idawati & Mirdahni, R. (2020). Hubungan Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Hand Hygiene Terhadap Kejadian Phlebitis di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Tgk Chik Ditiro Sigli Kabupaten Pidie, Aceh. Wacana Kesehatan. 5(2).

Indonesian Health Care Corporation. (2020). Peran PPI di Masa Pandemi Covid-19 di RSPJ.

Kemenkes. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, 17.

Lee, S., Kim, K & Kim, J. S. (2019). A model of phlebitis associated with peripheral intravenous catheters in orthopedic inpatients. International Journal of Environmental Research and Public Health. 16(18).

Nurman, Y. (2010). Hubungan Motivasi Perawat Dengan SPO Pemasangan Infus Oleh. Perawat Pelaksan Di IRNA C Non Bedah (Penyakit Dalam) RSUP. DR. M. Djamil Padang. Tesis. Stikes Mercubaktijaya, Padang

Nursalam. (2014). Manajemen keperawatan : aplikasi dalam praktik keperawatan professional edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Osti, C., Khadka, M., Wosti, D., Gurung, G & Zhao, Q. (2019). Knowledge and practice towards care and maintenance of peripheral intravenous cannula among nurses in Chitwan Medical College Teaching Hospital, Nepal. Nursing Open. 6(3):1006–12.

Permenkes RI. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 tahun 2017 tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Phillips, L. D & Gorski, L. A. (2014). Manual of I.V. therapeutics : evidence-based infusion therapy. 6th ed. Philadelphia: F.A. Davis Company. 677 p.

Rahayu, A & Kadri, H. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Perawat Tentang Terapi Intravena dengan Pencegahan Plebitis di Ruang Rawat Inap RSUD Raden Mattaher Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim. 6(1).

Rizky, (2017). Angka kejadian plebitis dan tingkat keparahannya di ruang penyakit dalam di sebuah rumah sakit. Jurnal Keperawatan Indonesia.

Royal collage of nursing. (2005). Standard For Infusion Therapy. London : RCN IV Therapy Forum.

Susanti, R. I. (2014). Hubungan Pengetahuan Dan Masa Kerja Perawat Dengan Pelaksanaan Prosedur Pemasangan Infus Diruang Rawat Inap RSUD Sultan Thaha Saifuddin Kabupaten Tebo. Tesis. STIKBA, Jambi.

Undang-Undang RI. (2017). Undang-Undang Nomor 11 tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Wayunah. (2011). Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Terapi Infus dengan Kejadian Plebitis dan Kenyamanan Pasien diRuang Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Indramayu. Tesis, Universitas Indonesia, Jakarta.

WHO. (2016). Report on the Burden of Endemic Health Care-Associated Infection Worldwide Clean Care is Safer Care. Switzerland.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@usk.ac.id