PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN FILARIASIS DI ACEH BESAR

Julia Novita Astri, Rini Minar Melati

Abstract


Filariasis (kaki gajah) disebabkan oleh cacing filaria jenis Wuchereria bancrofti, Brugia malayi dan Brugia timori yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang dapat menyebabkan cacat seumur hidup berupa pembesaran pada tangan dan kaki. Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu daerah yang pengetahuan, sikap dan perilaku yang diperlukan untuk mencegahan penularan filariasis karena dari data awal yang diperoleh, Desa ini  adalah desa yang paling rendah terhadap upaya pencegahan filariasis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar tentang upaya pencegahan penyakit filariasis 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dengan desain cross sectional study. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara terpimpin dengan menggunakan kuesioner pada 94 responden di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Hasil penelitian adalah tingkat pengetahuan mengenai upaya pencegahan penyakit filariasis adalah cukup (39,4%), sikap responden mengenai upaya pencegahan penyakit filariasis adalah cukup (58,5%) dan perilaku responden secara keseluruhan adalah kurang (95,7%). Kesimpulan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku responden di Desa Blang Krueng Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar tentang upaya pencegahan filariasis adalah cukup. Disarankan kepada masyarakat Desa Blang Krueng dapat bekerja sama dengan baik untuk mencegah penyakit filariasis dengan  meminum obat anti filariasis yang diberikan dan tetap menjaga lingkungan sekitar.


Full Text:

PDF

References


Azwar. (2011). Sikap manusia, teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Belajar

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Epidemiologi Filariasis. Jakarta: Ditjen PP & PL

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2009). Mengenal Filariasis (Penyakit Kaki Gajah). Jakarta: Ditjen PP & PL

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2010). Pusat Data dan Informasi. Filariasis di Indonesia. In: Buletin Jendela Epidemiologi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Menkes Canangkan Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah : Cibinong. Available from URL: http://www.depkes.go.id/article/view/15100600001/menkes-canangkan-kampanye-nasional-bulan-eliminasi-penyakit-kaki-gajah.html. Diakses pada tanggal 12 Desember 2015

Lusi, I., Utami. G.T., & Nauli. F.A. (2015). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Penyakit Filariasis Dengan Tindakan Masyarakat Dalam Pencegahan Filariasis. Program Strudi Ilmu Keperawatan: Universitas Riau

Masrizal. (2013). Penyakit Filariasis. Jurnal Kesehatan Masyarakat,

September 2012-Maret 2013, Vol. 7, No. 1

Notoatmodjo, S. (2003). Ilmu kesehatan masyarakat. Bab V, pendidikan dan prilaku. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pramono, M.S., Maryani, H., & Wulandari, S.P. (2013). Analisi kasus Penyakit Filariasis di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dengan Pendekatan Metode Zero Inflatedpossion (ZIP) Regression. Surabaya: Institut Teknologi Surabaya

Santoso.,Yenni, A., & Mayasari, R. (2012). Faktor Risiko Kejadian Filariasis Pada Masyarakat di Indonesia. Sumatera Selatan

Veridiana, N,N., Chadijah. S., & Ningsi. (2015). Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Masyarakat Terhadap Filariasis di Kabupatenn Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Balai Litbang P2B2 Donggala Indonesia


Refbacks

  • There are currently no refbacks.



JIM FKEP

JURNAL ILMIAH MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN

ISSN (Online) : 2716-3555

Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala

Jl. Tgk. Tanoh Abee, Darussalam, Banda Aceh 23111,

Phone/Fax. Telp: +62651 7555249.

e-mail:jim.fkep@usk.ac.id