SOSIALISASI POLITIK PARTAI NANGGROE ACEH KOTA BANDA ACEH UNTUK MENEKAN ANGKA GOLPUT 2019

Razimi Razimi, Ubaidullah Ubaidullah

Abstract


POLITICAL SOCIALIZATION OF ACEH NANGGROE IN BANDA ACEH TO SUPPRESS THE NUMBER OF GOLPUT PILEG 2019

Razimi[1]Ubaidullah[2]

(razimiismail@gmail.com, maklaha@yahoo.com)

Program Studi Ilmu Politik, FISIP, Universitas Syiah Kuala

 

ABSTRAK

Partai Nanggroe Aceh (PNA) merupakan partai politik lokal yang berdiri pada 04 Desember 2011, yang di promotori oleh petinggi-petinggi GAM.Untuk itu pembenahan Partai Nanggroe Aceh (PNA) sebagai entitas politik kader demokrasi dan modern adalah merumuskan jati dirinya sebagai saluran politik rakyat yang menginginkan negara hadir dengan mengedepankan kesejahteraan bukan dengan mengedepankan instrumen ketakutan.Arti politik yang sesungguhnya kurang di pahami oleh masyarakat luas terlebih lagi mengenai Pemilihan Umum (Pemilu), hal ini terbukti dengan banyaknya angka Golongan Putih (Golput) di Provinsi Aceh yang berjumlah 699.830 orang atau 22,42 persen warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada Pemilu Legislatif 09 April 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui peran Partai Nanggroe Aceh selaku partai politik lokal dalam memberikan pendidikan politik terhadap masyarakat Kota Banda Aceh sebelum datangnya masa pemilu.Untuk mengetahui faktor pendukung maupun faktor penghambat Partai Nanggroe Aceh dalam memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Kota Banda Aceh. Adapun dalam penelitian ini menggunakan dua teori yaitu sosialisasi politik dan pendidikan politik. . Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif sebagai pendekatan penelitian. Dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (in-dept interview) dan kajian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini bahwa Partai Nanggroe Aceh (PNA) memberikan sebuah kontribusi dalam mencerdaskan masyarakat melalui sosialisasi dan pendidikan politik. Hal tersebut baik dilakukan pada intern partai atau pun pada saat kampanye politik.  Pendorong dan penghambat yang ditemui pada saat penelitian adalah dengan susahnya mengajak masyarakat dalam menetapkan pilihan pada satu kandidat. Akan tetapi tidak ditemui berbagai kendala yang berarti, dikarenakan masyarakat telah cerdas dalam menetapkan pilihan-pilihan politiknya.

 

Kata Kunci : Sosialisasi, Pendidikan, PNA

 

 

ABSTRACT

The Nanggroe ACEH Party (PNA) was a local political party that was founded on 04 December 2011, which was promoted by the high-level GAM. Therefore, the improvement of the Nanggroe ACEH Party (PNA) as a political entity of the cadre of democracy and modern is to formulate its identity as a political channel of the people who want the country present by promoting welfare not by advancing Instruments of fear. The real political meaning is less understood by the wider community in the elections, this is evident with the number of white (Golput) numbers in Aceh province which amounted to 699,830 people or 22.42 percent of the citizens who Registered in the fixed selector list (DPT) does not exercise its voting rights or abstainers in legislative elections 09 April 2014. This research aims to determine the role of ACEH Nanggroe party as a local political party in providing political education to the people of Banda ACEH before the election period. To know the supporting factors and the inhibitory factor of the Nanggroe ACEH party in providing political education for the people of Banda Aceh. The study used two theories of political socialization and political education. . In this study used qualitative methods that are descriptive as a research approach. And the data collection techniques used are in-dept interview and Literature Review. The result of this research is that Nanggroe ACEH (PNA) party provides a contribution to educate society through socialization and political education. It is either done in the internal party or during a political campaign.  The boosters and barriers encountered at the time of research were by the effort to encourage people to set options on one candidate. However, there were no significant obstacles, as the people were intelligent in setting his political choices.

 

Keywords: socialization, education, PNA


[1]Mahasiswa Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala

[2]Dosen Pembimbing


Keywords


socialization, education, PNA; Sosialisasi, Pendidikan, PNA

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia