Peran Pemerintah Dalam Mensosialisasikan Kearifan Lokal Smong Untuk Masyarakat Pendatang Di Simeulue

JUMAR LIN, Effendi Hasan

Abstract


ABSTRAK

Kearifan lokal Smong dalam masyarakat Simeulue saat ini mulai menghilang, hal ini dikarenakan perkembangan zaman serta perhatian masyarakat dan pemerintah setempat yang kurang. Masyarakat dan pemerintah hanya mengenal Smong disaat bencana datang, sehingga masyarakat tidak dapat mempersiapkan diri sebagaimana yang terhadap pada Smong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah dalam mensosialisasikan kearifan local Smong untuk masyarakat pendatang di Simeulue dan kendala pemerintah dalam  mensosialisasikan kearifan local Smong untuk masyarakat pendatang di Simeulue.Penelitian ini menggunakan teori peran dan teori kebijakan pemerintah. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Informan penelitian ini terdiri pihak BPBD Kabupaten Simeulue, Dinas Pariwisata, toko adat, tokoh masyarakat dan masyarakat Kabupaten Simeulue. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa peran pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisasikan kearifan lokal Smong kepada masyarakat pendatang di antaranya sosialisasi kearifan lokal smong melalui kesenianNandong, melalui cerita rakyat yang disebut “nafi-nafi”, pemanfaatan media sosial seperti DAAI TV salah satu media televisi swasta Indonesia dan Perusahaan Digital Business Solution yang berpusat di Jakarta, memasukan Smong sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal di sekolah yang ada di Kabupaten Simeuluedan membentuk Komunitas SiaranSmong yang berupaya menyebarkan arti penting Smong dengan mengadakan tutur keliling kapada setiap masyarakat.Kendala pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisaikan kearifan lokas Smong untuk masyarakat pendatang adalah minimnya kesadaran masyarakat pendatang terhadap bahaya bencana. Masyarakat hanya menyadari pentingnya Smong di saat terlihat tanda-tanda akan adanya bencana saja, namun setelah bencana tersebut terlewati beberapa bulan, masyarakat dengan sendirinya melupakan akan pentingnya Smong. Kendala lain yang dihadapi oleh pemerintah Kabupaten Simeulue dalam mensosialisasikan kearifan lokal Smong ialah letak pulau simeulue yang terpisah dari daratanlainnya sehingga penyebaran informasi kepada masyarakattentang Smong. Maka dapat disimpulkan bahwa pemerintah Simeulue telah berperan besar dalam mensosialisasikan Smong kepada masyarakat sekalipun terkendala oleh beberapa hal, namun selalu diatasi.

 

Kata Kunci:Peran, Kabupaten Simeulue, Kearifan Lokal, Smong dan Masyarakat.

 

ABSTRACT

            The local wisdom of Smong in the Simeulue community is now disappearing, this is due to the development of the times and the lack of attention of the local community and government. The community and the government only know the Smong when the disaster comes, so that people cannot prepare themselves as they do to the Smong. This study aims to determine the role of the government in socializing Smong local wisdom for immigrant communities in Simeulue and government constraints in socializing Smong local wisdom for immigrant communities in Simeulue. This research uses role theory and government policy theory. This research method uses a qualitative approach with the type of research descriptive. The informants of this study consisted of BPBD Simeulue District, Tourism Office, custom shop, community leaders and the community of Simeulue Regency. Data collection techniques are carried out by interview and observation. The results of this study can be seen that the role of the Simeulue Regency government in socializing Smong local wisdom to immigrant communities includes the dissemination of smong local wisdom through Nandong arts, through folklore called "nafi-nafi", the use of social media such as DAAI TV, one of Indonesia's private television media and the Digital Business Solution Company based in Jakarta, incorporated Smong as part of the local content curriculum in schools in Simeulue District and formed the Smong Broadcast Community which seeks to spread the importance of the Smong by holding speeches around each community. The constraints of the Simeulue District government in disseminating the Smong location policy for immigrant communities is the lack of awareness of migrant communities on the dangers of disasters. The community only realizes the importance of the Smong when there are signs of a disaster, but after the disaster has passed several months, the people naturally forget about the importance of the Smong. Another obstacle faced by the Simeulue Regency government in disseminating Smong local wisdom is the location of the island of Simeulue which is separated from the other land so that information is disseminated to the community about the Smong. So it can be concluded that the Simeulue government has played a major role in socializing the Smong to the public even though it is constrained by a number of things, but always overcome.

 

Keywords: Role, Simeulue Regency, Local Wisdom, Smong and Community

Keywords


Kata Kunci: Peran, Kabupaten Simeulue, Kearifan Lokal, Smong dan Masyarakat.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia