Pemetaan Geologi dan Analisis Geoteknik pada Kawasan Kecamatan Darul Imarah dan Sekitarnya, Aceh Besar

Endang Saputriyani, Bambang Setiawan, Ibnu Rusydy

Abstract


Kawasan Aceh sangat rentan mengalami permasalahan yang terjadi pada lapisan tanah atau batuan terutama pada kawasan aluvium yaitu di daerah Banda Aceh, Aceh Besar dan sekitarnya. Tentunya hal ini harus diperhatikan agar terhindar dari masalah yang akan ditimbulkan. Oleh karena itu, penting dilakukan pemetaan geologi dan analisis geoteknik.  Lokasi penelitian berada di daerah Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Pemetaan geologi dilakukan dengan cara mengamati singkapan-singkapan batuan yang ditemui. Daerah penelitian yang  dipetakan berukuran 6x4 km. Sedangkan investigasi bawah permukaan  dilakukan dengan pengujian sifat fisis dan mekanis tanah pada endapan aluvium. Pengamatan singkapan dideskripsikan langsung di lapangan menggunakan metode geologi, mencakup ukuran butir, warna, kebundaran, pemilahan, komposisi mineral dan reaksi terhadap HCL. Untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis tanah dilakukan analisis laboratorium, mencakup volume dan berat tanah, batas atterberg, analisis ukuran butir dan kuat geser langsung (direct shear) yang di lakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Teknik Sipil Unsyiah. Satuan batuan daerah penelitian terdiri dari satuan Batugamping Lempungan, Satuan batuserpih dan Endapan Aluvium.  Struktur geologi daerah penelitian terdiri dari sesar pada daerah Glee Geunteng dan sesar Goh Tobara. Satuan Geomorfologi  daerah penelitian terdiri dari Satuan Geomorfologi Perbukitan Kerucut Karst, Satuan Geomorfologi Perbukitan landai dan Dataran Aluvium. Hasil pengujian di Laboratorium berupa : Berat spesifik 2,53 pada titik 1 dan 2,60 pada titik 2, batas cair 74,01% pada titik 1 dan 85,77% pada titik 2, batas plastis 13,32% pada titik 1  dan 16,07% pada titik 2, indeks plastisitas 60,69% pada titik 1 dan 69,71% pada titik 2 dan analisis lolos saringan No.200 97,98% pada titik 1 dan 98,92% pada titik 2. Menurut  USCS tanah tersebut diklasifikasikan ke dalam lempung tak organik dengan plastisitas tinggi. Berdasarkan hasil pengujian Kuat Geser Langsung (Direct Shear) nilai sudut geser (ϕ) 27,3˚ pada titik 1 dan 23,4˚ pada titik 2, dan nilai kohesi (c) 1,20 kg/cm2 pada titik 1 dan 0,41 kg/cm2 pada titik 2.


Keywords


Pemetaan Geologi; Sifat Fisis Tanah; Sudut Geser; Kohesi

Full Text:

PDF

References


Bennett, J.D., N.R. Cameron, Bridge, D. McC., Djunuddin, A., Ghazali, S.A., Jeffery, D.H., Kartawa, W., Keats, W., Rock, N.M.S., Thomson, S.J., dan Whandoyo, R. 1981. Peta Geologi Lembar Banda Aceh, Sumatra, Skala 1:250.000. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Bernes, J.W., Lisle, R.J 2004. Basic Geological Mapping, Fourth Edition. John Wiley & Sons, Ltd, England.

Hardiyatmo, H.C 2006, Mekanika Tanah 1, Edisi Keempat. Penerbit Gadjah Mada University Press.Yogyakarta. 433 hal.

Hugget, Richard John.2007. Fundamentals of Geomorphology.

Muhrozi. 1997. Soil Test, Masalah dan Aplikasinya pada Tanah Lunak. Lab. Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Diponegoro. Semarang.

Noor, Djauhari. 2009. Pengantar Geologi (edisi pertama 2009). Bogor: CV. Graha Ilmu.

Van Zuidam, R. A., 1983, Aerial Photo – Interpretation in Terrain Analysis and Geomorphologic mapping, smith Publisher, The Hague, Netherlands

Verstappen, H. Th dan R. A. Van Zuidam. 1975. ITC System of Geomorphological Survey. ITC Texbook of Photo Interpretation, Vol II. Netherland: Enschede


Refbacks

  • There are currently no refbacks.