Penerapan Tema Arsitektur pada Pusat Pengembangan Kebudayaan Islam di Banda Aceh

Nanda Munisa, Masdar Djamaluddin, Zulfikar Taqiuddin

Abstract


Provinsi Aceh merupakan provinsi di Indonesia yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam. Di dalam upaya untuk mendukung misi Pemerintah Aceh untuk dapat terus memperkuat pelaksanaan syariat Islam dan budaya keacehan di dalam kehidupan masyarakat Aceh, dibutuhkan adanya wadah untuk memfasilitasi kegiatan kebudayaan Islam dimulai dari pengenalan, pembelajaran dan pengembangan budaya Islam. Pusat pengembangan kebudayaan Islam dinilai sebagai salah satu fasilitas yang dapat berperan sebagai tempat pemusatan kegiatan kebudayaan Islam dan wadah untuk mengkaji kebudayaan Islam yang dilakukan oleh seniman, budayawan muslim, maupun masyarakat luas yang juga dinilai dapat menjadi penguat citra Provinsi Aceh sebagai daerah Serambi Mekkah. Metode perancangan yang dilakukan di dalam perancangan ini adalah dengan melakukan analisis tapak, analisis pengguna, analisis kegiatan serta analisis besaran ruang. Arsitektur tropis dipilih sebagai tema pada perancangan ini dikarenakan Kota Banda Aceh merupakan daerah beriklim tropis dan arsitektur tropis juga dapat meminimalisir dampak negatif yang diberikan oleh bangunan terhadap lingkungan maupun manusia yang berada di sekitarnya dimana hal tersebut sesuai dengan ajaran Islam untuk tidak merusak alam dan lingkungan. Penerapan tema pada hasil rancangan diterapkan pada konsep massa bangunan yang dihadapkan ke arah depan, orientasi bangunan utara-selatan, penggunaan shading pada bangunan, pemilihan material yang dapat menghambat panas penggunaan unsur air pada tapak.


Keywords


Arsitektur Tropis; Banda Aceh; Pusat Pengembangan Kebudayaan Islam

Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26760

Refbacks

  • There are currently no refbacks.