Identifikasi Ornamen pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng dengan Pendekatan Semiotika

Fitri Amelia, Elysa Wulandari, Era Nopera Rauzi

Abstract


Ornamen merupakan suatu hiasan yang ditambahkan pada bangunan sebagai nilai estetika dan sebagai pengungkapan perasaan. Masjid Teungku Di Pucok Krueng merupakan masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1622 oleh saudagar bernama Syeikh Abdul Salim sebagai sarana perkembangan Islam di daerah Meureudu, Pidie Jaya. Masjid ini bergaya arsitektur tradisional yang dipengaruhi dengan kondisi geografi dan budaya sekitarnya yang diimplementasikan dalam bentuk bangunan maupun ornamen yang menghiasi masjid ini. Ornamen pada masjid menunjukkan identitas budaya masyarakatnya sehingga harus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ornamen yang ada pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng serta makna dari ornamen tersebut. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan, dokumentasi dan studi literatur. Analisa semiotika Roland Barthes dengan cara denotatif dan konotatif digunakan sebagai alat untuk membaca makna yang ada pada ornamen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ornamen pada Masjid Teungku Di Pucok Krueng terdapat pada atap dan dinding. Ornamen tersebut merupakan ornamen khas Aceh yang terdiri dari buleun bintang, bungong, bungong awan-awan, awan meucanek, pucok reubong, awan si oen, bungong meulu, bungong sagoe, bungong geulima dan putik. Ornamen tersebut mengandung makna filosofis kepercayaan Islam dan nilai kehidupan masyarakat seperti hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar sesama manusia.

Keywords


Makna; Masjid; Masjid Teungku Di Pucok Krueng; Ornamen; Semiotika

Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jimap.v8i1.26629

Refbacks

  • There are currently no refbacks.