Perancangan Pusat Pengolahan Songket Aceh dengan Pendekatan Analogi di Banda Aceh

Elvira Nadya Saleh, Era Nopera Rauzi, Muhammad Heru Arie Edytia

Abstract


Pemerintah Aceh dan Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) terus berusaha untuk mempertahankan dan melestarikan tradisi kerajinan Songket Aceh melalui berbagai upaya dan program yang sedang dijalankan. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam upaya tersebut seperti pengenalan, peningkatan keterampilan pengrajin, kegiatan produksi serta kegiatan promosi dan pemasaran. Hal ini dilakukan untuk menanggapi keberadaan songket Aceh sudah mulai banyak dilupakan, khususnya oleh masyarakat Aceh. Oleh karena itu dihadirkanlah sebuah fasilitas yang dapat mewadahi segala aktifitas pelestarian dan pengenalan serta promosi songket Aceh. Penyediaan fasilitas ini berada pada lokasi pariwisata dan komersil sesuai dengan peraturan daerah Banda Aceh. Fasilitas akan dirancang berdasarkan tahap pembuatan songket serta karakteristik khusus dengan penerapan pendekatan arsitektur analogi. Tema yang diterapkan ialah Cultural Symbol yang menganalogikan dan mencerminkan simbol-simbol budaya pada proses pembuatan serta hasil akhir. Fasilitas ini akan dibagi menjadi 4 fungsi utama, yaitu fungsi produksi, fungsi promosi dan pemasaran, fungsi edukasi dan fungsi penunjang. Diharapkan fasilitas ini dapat membantu pemerintah Aceh dan Dekranasda dalam melestarikan kembali kerajinan songket Aceh.

Keywords


Aceh; Arsitektur Analogi; Kerajinan Songket; Pameran; Pusat Pengolahan

Full Text: PDF

DOI: 10.24815/jimap.v8i1.24877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.